Demo Cipayung Plus SBD Tidak Didukung Penuh Masyarakat
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cipayung Plus Sumba Barat Daya (SBD) saat demo di Gedung DPRD SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Aksi demonstrasi kelompok Cipayung Plus Sumba Barat Daya (SBD) ternyata tidak memperoleh dukungan sepenuhnya dari masyarakat.
Aksi damai itu digelar di Lapangan Galatama, Pertamina Radamata, Polres, DPRD, dan Kantor Bupati SBD pada Rabu, 10 September 2025.
Cipayung Plus SBD ini beranggotakan 5 organisasi mahasiswa, yakni GMNI, PMKRI, dan GMKI cabang SBD, serta BEM FKIP dan FST Unika Weetabula.
Saat di DPRD, mahasiswa mendesak lembaga itu segera membuat Ranperda tambang pasir. Tuntutan spontan tersebut sempat memicu kericuhan.
“Segera, kalau bisa sekarang memang buat Perda terkait pasir,” ungkap salah satu pendemo dengan nada emosi.
Penjelasan Ketua DPRD SBD, Rudolf Radu Holo, mengenai kewenangan perizinan tambang pasir justru ditolak mahasiswa. Mereka menuntut agar keinginan mereka dikabulkan saat itu juga.
Padalah, kewenangan izin tambang pasir yang sudah ditarik ke pusat berdasarkan UU Minerba 2020 dan UU Cipta Kerja 2020, telah dijelaskan sesederhana mungkin.
Menurur Rudolf, pemerintah daerah hanya berperan dalam pengawasan, rekomendasi teknis, serta aspek lingkungan.
“Kami sudah diskusikan dengan Ibu Bupati, juga sampaikan ke provinsi. Pak Gubernur tentu juga akan tetap berpatokan dengan izin dari pusat,” ujarnya.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar