Gereja Katolik St. Gerardus Mayela Pogo Parii dan GKS Kalogora Bersatu dalam Jalan Salib Jumat Agung
- account_circle Hans Wea
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Potret Foto Orang Muda Katolik Saat Jalan Salib Tematis. (Dok: Hans Wea)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lintas Sumba – Perayaan Jumat Agung tahun ini menghadirkan nuansa berbeda di Stasi St. Gerardus Mayela Pogo Parii. Orang Muda Katolik (OMK) setempat sukses mementaskan Jalan Salib tematis yang tidak hanya diikuti oleh umat Katolik, tetapi juga melibatkan jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) Cabang Kalogora pada Jumat, 3 April 2026
Kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus penuh makna ini menjadi simbol nyata kerukunan antarumat beragama di Desa Elu Loda. Jalan Salib yang diperankan langsung oleh OMK Stasi St, Gerardus Mayela Pogo Parii ini, menyajikan kisah sengsara Yesus dengan pendekatan tematis yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat, sekaligus mengajak umat untuk merefleksikan pentingnya hidup dalam damai dan persaudaraan.
Ketua Dewan Stasi St. Gerardus Mayela Pogo Parii, Marselinus Bora, buka suara usai selesainya jalan salib hidup ini. Ia menegaskan bahwa keterlibatan dua gereja dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata toleransi yang telah lama terbangun di tengah Masyarakat terkhususnya di Desa Elu Loda
“Kami ingin menunjukkan ke dunia, bahwa toleransi itu benar-benar hidup termasuk di desa kami. Kebersamaan antara umat Katolik dan jemaat GKS adalah kekuatan yang harus terus dirawat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh umat, baik dari Gereja Katolik St. Gerardus Mayela maupun GKS Cabang Kalogora yang ada di Desa Elu Loda, untuk terus menjaga dan menumbuhkan semangat saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengajak kita semua untuk tetap saling mendukung dalam berbagai bentuk, agar semangat toleransi yang sudah terbangun ini terus hidup dan semakin kuat,” tambahnya.
Marselinus turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, khususnya jemaat GKS Cabang Kalogora yang turut ambil bagian dalam perayaan Jalan Salib tersebut.
Pementasan Jalan Salib oleh OMK ini tidak sekadar menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang mempererat persaudaraan.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis di Desa Elu Loda.
- Penulis: Hans Wea
- Editor: Hans Wea








Saat ini belum ada komentar