Lintas Sumba – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (Gentaskin) Desa Pahola berkolaborasi dengan kader Posyandu membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak-anak stunting dan ibu hamil, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan itu dilakukan seusai ibadah Minggu. Sebelum membagikan PMT, mahasiswa bersama kader Posyandu bergotong royong memasak kolak.

Setelah selesai, mereka mendatangi rumah-rumah warga untuk menyerahkan PMT secara langsung kepada anak-anak stunting dan ibu hamil.

Mahasiswa yang terlibat berasal dari sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Katolik (Unika) Weetebula, Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Poltekkes Bakti Sumba, dan Akademi Keperawatan (Akper) Waikabubak.

Ketua Koordinator KKNT Gentaskin Desa Pahola, Fatno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa mendukung pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi bagi kelompok yang rentan.

“Kami berharap PMT yang kami bagikan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak stunting dan ibu hamil. Nilainya mungkin sederhana, tetapi kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat harus dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama,” kata Fatno.

Ia berharap kegiatan itu juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.

“Harapan kami, masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dan memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menekan angka stunting di Kabupaten Sumba Barat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT Gentaskin menanggung kebutuhan bahan seperti kacang hijau, gula, sagu mutiara, susu kental manis, dan sejumlah bahan lainnya.

Sementara itu, kader Posyandu turut berkontribusi dengan menyediakan bahan pelengkap serta mendampingi proses pengolahan hingga pembagian PMT kepada masyarakat.

Dana yang digunakan mahasiswa berasal dari dukungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) yang memberikan anggaran sebesar Rp5 juta untuk setiap kelompok KKNT Gentaskin.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk kegiatan pencegahan stunting di Desa Pahola.

Kader pun mengapresiasi mahasiswa KKNT Gentaskin yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi anak-anak stunting dan ibu hamil.***