Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Membangun Relasi Kekeluargaan Berdasarkan Firman Allah

Membangun Relasi Kekeluargaan Berdasarkan Firman Allah

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Tidak ada seorang pun dari kita yang dapat dipersatukan dengan Yesus seperti Maria, di mana ia adalah ibu-Nya secara biologis.

Namun, kita masing-masing dapat seperti Maria merangkul Yesus melalui iman. Melalui ketaatan kepada sabda-Nya, kita pun dapat dipersatukan dengan Yesus sebagai anggota keluarga-Nya.

Perikop Injil hari ini (Lukas 8:19-21) berceritera mengenai perjumpaan “Yesus dan saudara-saudara-Nya”.

Perjumpaan itu oleh penginjil Lukas berakhir dengan sabda Yesus: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya”. (Ayat 21)

Penginjil Lukas mau mengungkapkan bahwa mendengarkan firman Allah dan melakukannya, itu menjadi lebih penting dari perjumpaan keluarga itu. Dalam kutipan teks di atas ada kesan, bahwa seolah-oleh Yesus tidak mau menerima ibu-Nya.

Itu hanya kesan saja. Tetapi, Maria termasuk mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. (Luk 1:38)

Yesus tentu tidak menyangkal kekerabatan-Nya karena pertalian darah dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya. Dia hanya mau mengatakan dengan tegas bahwa kita tidak boleh mempersempit arti relasi kekerabatan.

Kekerabatan karena mendengarkan firman Allah jauh lebih BERMAKNA daripada kekerabatan karena pertalian darah. Ada dasar lain yang mempermudah kita menyebut siapa saja sebagai ibu dan saudara bukan karena hubungan darah, bukan karena perkawinan, bukan karena suku dan ras, melainkan relasi kekeluargaan yang DIBANGUN karena mendengarkan dan melaksanakan kehendak Allah.

Jika demikian, maka kita tidak akan mengalami kesulitan mendapatkan saudara.***

Article By: Dami Tiala, Umat Lingkungan Ratu Kenyo, Ev. Gereja Paroki Santo Petrus & Paulus BABADAN Wedomartani, Sleman – Yogyakarta. Selasa, 24 September 2024. Sumber Inspirasi: Amsal 21:1-6.10-13 dan Lukas 8:19-21

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangkap Layar Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Tahap 1 Kabupaten Sumba Barat Daya Periode 2024. Jadwal Pendafaran Seleksi P3K Tahap 2 SBD

    Seleksi PPPK Tahap 1 SBD Usai, Bagaimana dengan Peserta yang Belum Lolos? Ternyata…

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebanyak 1.062 peserta dinyatakan lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 1 Tahun 2024 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Pengumuman hasil seleksi ini disampaikan, pada Senin, 6 Januari 2025. Hasil seleksi kompetensi ini mencakup pengadaan tenaga teknis, tenaga kesehatan, dan tenaga guru yang akan bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten […]

  • Gambar Ilustrasi. Korban tindak asusila yang sedang bersembunyi di kegelapan karena tekanan (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Kasus Tindak Asusila di Sumba Barat Daya, Korban Ungkap Pelaku Sebenarnya, Bukan RK dan MK

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kasus tindak asusila yang menghebohkan Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan kejelasan setelah korban yang berinisial D (16) mengidentifikasi pelaku yang sebenarnya. Dalam keterangannya, D menjelaskan bahwa pelaku sebenarnya bukanlah ketua partai yang berinisial RK (54) atau anggota DPRD setempat yang berinisial MK, yang sebelumnya menjadi dugaan publik. […]

  • Dari Kampus ke Sekolah: UNMARIS Perkuat Tridharma Lewat MoU dengan 4 Mitra Pendidikan

    Dari Kampus ke Sekolah: UNMARIS Perkuat Tridharma Lewat MoU dengan 4 Mitra Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas Sumba – Dalam upaya memperkuat sinergi dunia perguruan tinggi dengan pendidikan menengah, Universitas Stella Maris Sumba (UNMARIS) resmi menjalin kerja sama dengan empat sekolah mitra di Waikabubak. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung pada hari Jumat, 6 Maret 2026, dan dilakukan langsung di masing-masing sekolah. Plt Rektor UNMARIS, Agustina Purnami Setiawi, M.Pd, bertandang ke […]

  • Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wury Ma'ruf Amin, saat kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lintas Sumba)

    Sosialisasi Antinarkoba: Iriana Joko Widodo Ingatkan Generasi Muda akan Bahaya Narkotika

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Iriana Joko Widodo mengingatkan generasi muda akan bahaya narkotika. Hal ini disampaikan Ibu Negara, dalam acara sosialisasi antinarkoba di Makassar, pada Kamis, 22 Agustus 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai siswa dari sejumlah sekolah di kota tersebut, sebagai komitmen pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. “Harus dipahami ya nanti tentang narkoba. Karena yang […]

  • Paket OASE, Orias Petrus Moedak dan Sebastian Salang (Kiri) dan Emanuel Melkiades Laka Lena (Kanan) Ketua DPD I Golkar NTT (TIM/Lintas Sumba)

    Pasca Mundurnya Airlangga: Paket OASE Berpotensi Geser Melki Laka Lena di Pilgub NTT

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Situasi politik di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin memanas menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2024. Mundurnya Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar memicu berbagai spekulasi tentang dampaknya terhadap pencalonan pasangan Orias Petrus Moedak dan Sebastian Salang, yang dikenal sebagai Paket OASE. Pengunduran diri Airlangga membuka peluang baru bagi Paket […]

  • Sosiologi Muncul pada Abad 19, Berpikir Menjadi Ilmu Kokoh

    Sosiologi Muncul pada Abad 19, Berpikir Menjadi Ilmu Kokoh

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sosiologi muncul pada abad 19 berpikir menjadi ilmu kokoh. Pada abad ini Seorang filsuf bernama Auguste Comte menyebarkan ide-ide revolusionernya ke seluruh dunia. Auguste Camte lahir pada 19 Januari 1798, ia mengusulkan konsep “sosiologi” yaitu ilmu yang tidak hanya mempelajari masyarakat tetapi juga merangkai gagasan menjadi suatu konstruksi pengetahuan yang sistematis dan […]

expand_less