Anak SBD Mau Jadi Perwira? Pemda Siap Rp1 Miliar per Anak
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka, Wakil Ketua II DPRD SBD, Yusuf Bora, saat berkunjung ke Desa Kadi Wanno, Wewewa Timur (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan komitmen pemerintahannya dalam memperkuat sektor pendidikan.
Dalam sambutannya saat penyerahan bantuan hibah ternak di Desa Kadi Wanno, Kecamatan Wewewa Timur, pada Selasa, 29 Juli 2025 siang, Ia memaparkan berbagai program strategis yang tengah dijalankan.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penambahan sarana dan revitalisasi infrastruktur sekolah. Laboratorium, toilet, rumah dinas guru, hingga perangkat komputer turut dilengkapi.
“Berbagai hal kita lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Sehingga ada sarana-prasarana yang kita tambah, infrastruktur sekolah kita bangun, ada yang direvitalisasi,” ungkap Ratu Wulla.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah memetakan kebutuhan guru sambil membuka peluang formasi baru.
Beasiswa pun terus diperluas, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Salah satunya beasiswa khusus untuk SMA Taruna Nusantara, dengan alokasi anggaran mencapai Rp1 miliar per siswa selama tiga tahun.
“Selama ini mungkin hanya Tamtama, Bintara, tapi saya mau anak-anak Sumba Barat Daya juga itu bisa Perwira, sehingga kita siapkan beasiswa satu anak itu budgetnya satu miliar. Jadi silakan anak-anak yang mau masuk ke Taruna Nusantara, orang tua silakan daftar,” katanya.
Kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi juga digencarkan. Tahun ini, sebanyak 800 mahasiswa akan menerima beasiswa, baik yang kuliah di dalam maupun luar daerah.
Program khusus disiapkan untuk calon mahasiswa kedokteran. Pemerintah mengucurkan beasiswa penuh bagi 20 siswa setiap tahun yang lolos passing grade, terutama melalui kerja sama dengan Universitas Kristen Petra, Surabaya.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar