Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rumbia di Aceh Barat Tak Lagi Berbuah, Pedagang Rujak Kehilangan Rasa Asli

Rumbia di Aceh Barat Tak Lagi Berbuah, Pedagang Rujak Kehilangan Rasa Asli

  • account_circle Lintas Sumba
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Buah rumbia di Aceh Barat sudah tak berbuah 15 tahun terakhir, membuat pedagang rujak kehilangan cita rasa.

Para penjual rujak di Meulaboh mengaku kesulitan mempertahankan rasa sejak buah rumbia tak tersedia.

Dulu, Aceh Barat dikenal sebagai penghasil rumbia terbesar hingga memasok Banda Aceh. Kini, pohon-pohon rumbia hanya tinggal batang.

Menurut Adi, warga Dusun Monkulu, Kecamatan Sama Tiga, batang rumbia kini dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam dan itik.

Ia menjelaskan, satu batang sagu dibeli Rp70 ribu lalu dipotong per meter. Potongan dijual kembali Rp25 ribu per batang.

“Keuntungan kecil kami terima. Namun setidaknya ada yang bisa dijual, walau mata ini berkaca-kaca,” kata Adi saat ditemui Lintassumba.com, pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Selain batang, daun rumbia kini menjadi tumpuan. Daun dijahit untuk atap rumah tradisional, dijual Rp6.000 per gagang.

Pekerja di Gampong Ujongnga dan Ladang mengaku bisa merangkai 5–15 gagang per hari, menghasilkan Rp90 ribu sebagai penghasilan.

Meski buah rumbia hilang, nilai ekonominya tetap hadir melalui batang dan daun, meskipun tidak sebanding dengan kejayaan masa lalu.

  • Penulis: Lintas Sumba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati SBD Partai Demokrat sedang memeriksa berkas pendaftaran Ratu Ngadu Bonu Wulla yang diserahkan oleh Sekretaris DPD NasDem SBD Thomas Tanggu Dendo bersama pengurus (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Daftar Ratu Wulla ke Partai Demokrat Sebagai Bakal Calon Bupati SBD, Thomas Tanggu Dendo Sentil Masalah Kontroversi

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dalam perhelatan Pilkada 2024, Sumba Barat Daya (SBD) tengah memasuki babak baru dengan munculnya figur politik wanita yang mencuri perhatian, yakni Ratu Ngadu Bonu Wulla. Anggota DPRD RI dari Dapil NTT 2 itu secara resmi diusung Partai NasDem sebagai Bakal Calon Bupati SBD untuk periode 2024-2029. Langkah ini disertai dengan pengajuan berkas […]

  • 63 siswa SMAS Katolik Sint Pieter Waikabubak mengikuti perkemahan HUT ke-63 Pramuka (Umbu Ambrosi Bili/Lintas Sumba)

    SMAS Katolik Sint Pieter Waikabubak Gelar Perkemahan Meriah Rayakan HUT ke-63 Pramuka

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Lintas Sumba
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebanyak 63 siswa SMAS Katolik Sint Pieter Waikabubak dengan penuh semangat mengikuti perkemahan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Pramuka. Kegiatan ini dimulai pada 13 Agustus 2024 dan mencapai puncaknya dengan upacara bendera pada Senin, 14 agustus 2024 pukul 07.00 WITA. Seluruh siswa dan guru hadir dalam upacara tersebut dengan […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat penegasan kembali tapal batas Desa Weri Lolo dan Wee Kura (Johan Sogara/Lintas Sumba) 7:26 Play Button

    Penegasan Kembali Tapal Batas Administratif Desa Wee Kura dan Desa Weri Lolo

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan kembali tapal batas administratif antara Desa Wee Kura dan Desa Weri Lolo. Penegasan itu disampaikan dalam kunjungan ke Wee Waira, wilayah perbatasan dua desa di Kecamatan Wewewa Barat dan Wewewa Selatan, pada Jumat, 10 Oktober 2025. Bupati menekankan, batas administratif berbeda dengan […]

  • Korban ketiga, bocah yang tenggelam di Pantai Waibuku akhirnya ditemukan (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Korban Ketiga Bocah Tenggelam Ditemukan di Pantai Mananga Umma

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kabar duka kembali menyelimuti Sumba Barat Daya (SBD) setelah korban ketiga bocah yang tenggelam di Pantai Waibuku akhirnya ditemukan. Korban ditemukan di wilayah pesisir yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian, di Pantai Mananga Umma, Desa Tana Mete, Kecamatan Kodi Balaghar, pada Rabu, 28 Januari 2026 pagi tadi. Informasi penemuan korban […]

  • Gambar Ilustrasi. Seorang calon kepala daerah dan pebisnis yang berjabat tangan di depan proyek besar (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Pebisnis Jadi Bekingan Politik: Kebijakan Proyek, Bukan untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Memilih calon kepala daerah yang memanfaatkan pebisnis sebagai bekingan politik dapat membawa dampak negatif yang serius bagi masyarakat. Fenomena ini sering terjadi ketika mendekati pesta demokrasi, di mana calon kepala daerah tiba-tiba menunjukkan kebaikan dan janji-janji menarik. Namun, di balik janji tersebut, ada bahaya besar jika kepemimpinan mereka diwarnai oleh hubungan erat […]

  • Gambar Ilustrasi. Jalur Panjang Menuju Kursi Sekda (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Jalur Panjang Menuju Kursi Sekda, Tak Bisa Langsung ‘Lompat’

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) bukan sekadar jabatan strategis, tetapi puncak karier birokrasi yang hanya dapat diraih lewat pengalaman panjang. Seleksi Sekda Kabupaten/Kota di Indonesia diatur ketat melalui regulasi kepegawaian nasional dan melibatkan lembaga pengawas. Calon Sekda wajib berstatus PNS dengan pangkat minimal Pembina Utama Muda golongan IV/c. Kualifikasi pendidikan S1 menjadi syarat […]

expand_less