Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tag "Ahmad Sahroni"

Ahmad Sahroni

Kiri ke kanan: Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Adies Kadir, anggota DPR RI yang diberi sanksi oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (Johan Sogara/Lintas Sumba)

Buntut Diadu Rakyat, Tiga Anggota DPR Diskors, Dua Bebas Pelanggaran

  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • account_circle Lintas Sumba
  • 0Komentar

LINTAS SUMBA – Putusan terbaru duduk di meja Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) membuka jalan bagi beberapa anggota DPR RI untuk kembali aktif pasca sanksi kode etik. Sidang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 5 November 2025. “Putusan ini ditetapkan dalam permusyawaratan MKD pada hari Rabu 5 November 2025 yang dihadiri Pimpinan dan Anggota […]

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach (@ahmadsahroni/@nafaurbach/Instagram)

NasDem Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR, Resmi Berlaku Esok

  • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
  • account_circle Johan Sogara
  • 0Komentar

LINTAS SUMBA – Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan DPR RI. Penonaktifan diumumkan DPP NasDem melalui siaran pers resmi, ditandatangani Surya Paloh bersama Sekjen Hermawi Taslim di Jakarta, pada Minggu, 31 September 2025. Langkah mendadak ini diambil pasca pernyataan Sahroni yang menyinggung publik, ditambah kontroversi Nafa Urbach yang memicu gelombang […]

Kiri ke kanan: Presiden Pertama RI, Soekarno, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dan Presiden ke-4 RI, Gus Dur (Johan Sogara/Lintas Sumba)

DPR dan Stigma “Tertolol” Sahroni: Bagaimana dengan Soekarno dan Gus Dur?

  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • account_circle Johan Sogara
  • 0Komentar

LINTAS SUMBA – Pernyataan mengejutkan keluar dari mulut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Ia menyebut, siapa pun yang ingin membubarkan DPR adalah orang “tertolol di dunia”. Sebuah ucapan yang tak hanya kasar, tetapi juga berbahaya secara politik. Pernyataan itu tentu bukan sekadar respons emosional. Ia mencerminkan arogansi politik, seolah lembaga DPR suci […]

expand_less