Gelar Kampanye Kesehatan di Sumba Barat Daya, BKKBN NTT: Cegah Stunting dengan 4T
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

BKKBN NTT bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Wulla Talu melakukan kampanye penurunan angka stunting tingkat kabupaten/kota di Desa Umbu Wangu (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, stunting, menurut Desri, umumnya disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, terutama dalam periode Seribu Hari Pertama Kehidupan, yang dikenal sebagai periode emas bagi pertumbuhan otak.
“Ini karena kurangnya asupan gizi sejak Seribu (1000) Hari Pada Kehidupan atau 1000 HPK,” ujarnya.
Setelah sebelumnya menggunakan slogan “Dua Anak Cukup” BKKBN kini mengusung slogan “4T” yang merupakan singkatan dari “Tidak Terlalu Muda,” “Tidak Terlalu Tua,” “Tidak Terlalu Banyak,” dan “Tidak Terlalu Sering.”
Slogan ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat mengenai faktor-faktor penting dalam mencegah stunting, yaitu gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk.
“Untuk mencegah stunting, kuncinya ialah 4T: tidak terlalu muda saat menikah, tidak terlalu tua saat hamil (tidak lebih dari 35 tahun), tidak terlalu banyak anak (dua anak lebih sehat), dan tidak terlalu sering,” kata Desri.
Dirinya juga menekankan pentingnya perencanaan keluarga yang matang untuk mencegah stunting.
“Perencanaan ini penting mulai dari kapan berkeluarga dan berapa jumlah anak yang diinginkan. Hal ini krusial untuk mengurangi risiko stunting di masa depan,” tandasnya.
Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang tepat sejak awal kehidupan dan mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di daerah tersebut.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar