Siswa SMAK Santa Clara Waimarama Apresiasi Metode Mengajar Guru
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

SMAK Sta. Clara Waimarama di Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), yang sebelumnya terakreditasi C, kini meningkat menjadi B (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Siswa-siswi SMAK Santa (Sta) Clara Waimarama sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.
Hal tersebut dipengaruhi oleh metode mengajar guru yang dinilai sederhana dan mudah dipahami.
Salah satu siswi Kelas IX IPA, Gisela, mengatakan bahwa penjelasan materi akan lebih mudah diserap ketika guru menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kalau seorang guru menjelaskan mata pelajaran dengan menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari, kami lebih mengerti,” kata Gisela kepada Lintassumba.com, saat ditemui di SMAK Sta. Clara Waimarama, Kecamatan Kodi Bangedo, Sumba Barat Daya (SBD), pada Rabu, 28 Januari 2026.
Menurutnya, pendekatan tersebut membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam, bukan sekadar menghafal.
Ia menilai, penyampaian yang kontekstual membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak membebani siswa.
Gisela juga mengapresiasi seluruh guru yang mengajar di SMAK Sta. Clara Waimarama.
Ia menyebut para guru memiliki kesabaran dalam menjelaskan materi serta terbuka terhadap pertanyaan siswa selama proses belajar berlangsung.
“Guru-guru yang mengajar di kelas kami selalu menanyakan ulang materi yang di jelaskan. Apakah kami sudah paham atau belum,” ujarnya.
Apresiasi tersebut dibenarkan oleh salah satu guru, Maksi Tena. Ia mengatakan metode pengajaran yang komunikatif dan relevan dengan pengalaman siswa mampu meningkatkan partisipasi aktif di kelas.
“Karena dengan metode seperti itu, menurut saya, akan membuat mereka lebih aktif selama pembelajaran di kelas,” katanya.
Menurutnya, pendekatan tersebut turut menciptakan suasana belajar yang kondusif serta mendorong siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat.
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba

Saat ini belum ada komentar