Skandal Sumur Bor SBD: Dinas Suruh Kerja, Duit Tak Cair, Petani Nyaris Tumbang
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Kelompok Tani Mbinya Mopir, Yohanes Loghe Bombo, saat memperlihatkan derasnya aliran air dari pipa yang dipompa menggunakan mesin Grundfos (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Permintaan itu pun ditolak Yan karena tidak masuk akal dan tidak tertuang dalam sosialisasi atau Juknis yang jelas.
“Juknis tidak pernah disampaikan, RAB juga baru dikasih saat pencairan pertama. Tapi kami disuruh tanda tangan rab-nya duluan. Ini akal-akalan atau jebakan?” tegasnya.
Hingga kini, permohonan pencairan tahap dua dan tiga yang telah diajukan berkali-kali tetap ditolak dengan alasan tidak ada kwitansi.
“Mana mungkin kami kasih kwitansi kalau barang saja masih bon? Uangnya saja belum ada,” ujar Yan penuh kesal.
Sementara itu, Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian SBD, Haris Matutina, sebelumnya menyebut kelompok tani sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas permasalahan pekerjaan tersebut.
Ia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan hal itu kepada Bupati SBD, bahkan menurutnya, sudah dua kali bertemu langsung.
“Jadi sekarang kita tunggu dari kelompok untuk selesaikan,” katanya.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar