Dari Tukang Antar Surat ke Kursi Ketua DPD: Perjalanan 20 Tahun Yunus Takandewa
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, bersama Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, Anggota DPRD serta Pengurus DPC PDI Perjuangan SBD, saat mendampingi 5 Ketua DPP PDI Perjuangan, sambangi Desa Weri Lolo, Kecamatan Wewewa Selatan, dalam rangka Peringati Bulan Bung Karno 2025 (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Perjalanan panjang Yunus Huhu Takandewa akhirnya mencapai puncak. Ia ditetapkan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan NTT periode 2025 – 2030, mengungguli puluhan kandidat lainnya.
Penetapan dilakukan dalam Konferda VI PDI Perjuangan yang berlangsung di Harper Hotel Kupang, pada Kamis, 7 November 2025.
Jabatan ini menjadi puncak dari perjalanan politik Yunus yang dimulai dengan sederhana mungkin, bukan dari panggung elite, tetapi dari meja sekretariat partai.
Awal kariernya bermula di tahun 2005 ketika mendiang Nikolaus Fransiskus, kader senior PDIP, membuka pintu bagi Yunus untuk bekerja di sekretariat.
Tanpa gaji, Yunus mengurus administrasi, merapikan surat dan mengantar undangan rapat dengan motor pinjaman, berkeliling rumah pengurus partai.
Saat itu belum ada telepon genggam, motor pun terbatas. Ia bergantung pada motor Honda Win milik senior partai untuk bekerja.
Kesetiaannya membuat pengurus menyediakan motor bekas sebagai kendaraan operasional sekretariat. Yunus terus bekerja, tanpa sedikitpun keluhan.
Lebih dari sepuluh tahun bersama PDIP, Yunus dipercaya maju sebagai caleg DPRD NTT dari dapil Sumba dengan modal yang terbatas.
Dua periode gagal. Ia tetap bertahan, menjaga harapan tanpa uang kampanye yang besar. Dukungan sahabat pun hanya berupa doa dan motivasi.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar