FKM UNDANA Kupang Dorong Peran Posyandu Atasi Gizi Balita di Wilayah Kering NTT
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Praktik Pengolahan Pangan Lokal implementasi B2SA Pemenuhan Gizi Anak Balita oleh Dosen Prodi Gizi FKM UNDANA Kupang, Anna Henny Talahatu, S.Pi., M.Si, kepada kader posyandu (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui kolaborasi dengan pemerintah desa. Program ini, menurutnya, menjadi kesempatan mahasiswa menerapkan ilmu dalam konteks nyata.
“Mahasiswa dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program sebagai bagian dari tugas akhir mereka,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Marselinus pun berharap, agar posyandu mampu meningkatkan cakupan penimbangan dan pemantauan pertumbuhan anak.

Dosen Prodi Gizi FKM UNDANA Kupang, Marselinus Laga Nur, S.KM., M.Kes, saat memberikan sosialisasi terkait pemenuhan gizi anak dengan PMT berbasi pangan lokal (Johan Sogara/Lintas Sumba)
Data Riskesdas menunjukkan, 76,4 persen anak NTT ditimbang secara teratur, namun 10,1 persen tidak pernah ditimbang selama enam bulan terakhir.
Dengan pelatihan ini, UNDANA ingin memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan perbaikan gizi balita.
“Sehingga bisa memberi dampak berkelanjutan bagi kesehatan anak di wilayah kering dan kepulauan yang rentan pangan,” pungkas Marselinus.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar