Tragedi di Ngada dan Gugurnya Sila Kelima
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tulisan terakhir YBR sebelum mengakhiri hidupnya (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketika anak miskin masih dihantui rasa malu dan putus asa karena tak mampu membeli buku, maka Pancasila telah dipraktikkan secara setengah hati.
Peristiwa di Ngada seharusnya menjadi alarm nasional. Ini bukan soal satu daerah tertinggal, melainkan cermin wajah Indonesia hari ini.
Selama keadilan sosial masih berhenti di spanduk dan pidato, selama kemiskinan masih membunuh harapan anak-anak, maka Sila Kelima bukan tidak dikenal, tetapi memang tidak berlaku.
Dan jika Pancasila gagal melindungi anak-anaknya, kita patut bertanya, yang sedang kita jaga ini ideologi, atau sekadar ilusi kebangsaan?***
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba

Saat ini belum ada komentar