Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bidan Muda Flores Timur Gugur Usai Kecelakaan Rujukan Ibu Hamil, Sopir Diduga Mabuk

Bidan Muda Flores Timur Gugur Usai Kecelakaan Rujukan Ibu Hamil, Sopir Diduga Mabuk

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Pengabdian tenaga kesehatan kembali memakan korban. Seorang bidan muda di Flores Timur meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat merujuk ibu hamil.

Peristiwa itu terjadi di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bidan tersebut bernama Yustina Gunu Leton, berusia 26 tahun, yang bertugas di Desa Adabang, Kecamatan Titehena.

Yustina meninggal dunia pada Kamis dini hari, 22 Januari 2026, setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif akibat kecelakaan tersebut.

Kronologi bermula pada Minggu, 18 Januari 2026 malam, saat seorang ibu hamil mendatangi fasilitas kesehatan setempat dengan kondisi persalinan darurat.

Usia kehamilan pasien diperkirakan telah memasuki 39 hingga 40 minggu, dengan kondisi janin menunjukkan tanda-tanda gawat.

Hasil pemeriksaan awal menemukan denyut jantung janin lemah, sehingga diperlukan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Melihat kondisi tersebut, Bidan Yustina mengambil keputusan untuk melakukan rujukan medis darurat demi keselamatan ibu dan bayi.

Rujukan dilakukan menggunakan mobil desa yang difungsikan sebagai ambulans dalam program pelayanan kesehatan desa setempat.

  • Penulis: Johan Sogara
  • Editor: Lintas Sumba

Komentar (1)

  • I Wayan Warjana

    Kalau tenaga kesehatan khususnya bidan bertugas di desa atau puskesmas ada yg sampai 24 jam, dan ketika merujuk pasien demi keselamatan 2 jiwa atau lebih kadang tidak memperdulikan kesempatan dirinya, tapi di mana kepedulian pemerintah terhadap kondisi ini, kesejahteraan bidan masih jauh kalau di bandingkan dengan tugasnya, di bandingkan dengan guru tunjangan sertifikasi masuk setiap bulan di rekening pribadi, padahal kalau guru tidak masuk 1 hari sampai Minggu pun tidak ada efeknya, kalau tenaga kesehatan tidak ada yg bertugas jangankan 2 atau 3 hari, 1 hari saja mungkin akan banyak korban tapi kesejahteraan mereka terima jasa medis tak seberapa kenapa pemerintah pusat membedakan dengan guru?

    Balas24 Januari 2026 14:03

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Bersama Ketua DPRD SBD, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II, bersama Forkopimda dan Keluarga (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    26 Hari Menuju Pilkada, Ketua DPRD SBD Tekankan Pentingnya Memilih Tanpa Tekanan

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang semakin dekat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Rudolf Radu Holo, mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat dan semua pihak yang terlibat. Dalam Sidang Paripurna yang diadakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten SBD, Jumat, 1 November 2024, Rudolf mengajak seluruh elemen […]

  • Promosi Kekayaan Kuliner, BI NTT Gelar Lomba Hilirisasi Produk Pangan Lokal dan Live Cooking

    Promosi Kekayaan Kuliner, BI NTT Gelar Lomba Hilirisasi Produk Pangan Lokal dan Live Cooking

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    Lintas Sumba – Salah satu upaya dalam mendukung inovasi produk olahan dan diversifikasi pangan, Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyelenggarakan Lomba Hilirisasi Produk Pangan Lokal dan Live Cooking pada Jum’at, (26/10/2024) Kegiatan Lomba Hilirisasi Produk Pangan Lokal dan Love Cooking kali ini mengusung tema “Kreasi Olahan Pangan Lokal Cita Rasa Global” Kegiatan […]

  • dr. Kornelius Kodi Mete saat ditemui awak media di Tana Buru, Kapaka Madeta, sebelum rekonsiliasi (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Dua Kubu Berdamai, dr. Kornelius Kodi Mete: Yang Masih Berbeda, Gabunglah!

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Mantan Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Markus Dairo Talu, dan Bupati SBD sekarang dr. Kornelius Kodi Mete, akan melakukan rekonsiliasi. Acara ini akan dilakukan melalui prosesi ritual adat yang berlangsung di Tana Buru, Desa Kapaka Mendeta, Kecamatan Kodi, Kabupaten SBD, pada hari ini, Kamis, 11 Juli 2024. Dalam wawancaranya dengan awak media […]

  • Frumentius Arison Ngongo dan tiga siswa lainnya, dua putra dan dua putri, saat seleksi Paskibraka tingkat nasional

    Anak Petani Asal Sumba Barat Daya Lolos Paskibraka Tingkat Nasional: Latar Belakang Keluarga Bukan Penghalang

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Salah satu anak petani asal Sumba Barat Daya (SBD), berhasil mengukir prestasi yang membanggakan. Frumentius Arison Ngongo, Siswa Kelas 2 SMAK St. Alfonsus Weetebula berusia 16 tahun, lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat nasional. Frumentius akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di ajang bergengsi tersebut. Dia pun mengaku, bahwa sejak kecil ia […]

  • Kondisi terkini Jalan Usaha Tani, Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat (TIM/Lintas Sumba)

    Ironi Rp300 Juta: Jalan Baru di Wewewa Barat Tak Layak Pakai

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pembangunan infrastruktur seharusnya diawali dengan perencanaan matang, mempertimbangkan skala prioritas, serta asas manfaat demi kesejahteraan masyarakat. Namun, prinsip ini tampaknya tidak diterapkan dalam pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2024, pembangunan jalan ini menelan anggaran Dana […]

  • Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Angga Kaka, saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan alsintan kepada 5 kelompok tani (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Bantuan Alsintan, Jalan Sunyi Menuju Mimpi Anak-anak Petani SBD

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bagi sebagian orang, bantuan alat dan sarana pertanian (alsintan) mungkin hanya sebatas upaya meningkatkan produktivitas. Namun bagi Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, alsintan lebih dari sekadar alat. Ia melihatnya sebagai harapan yang perlahan membukakan jalan sunyi para anak petani menuju masa depan yang lebih cerah. Harapan itu […]

expand_less