Ciptakan Kinerja Sehat, Dirut Bank NTT Perkuat Fondasi Keuangan
- account_circle Ama Tassy Lake
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Charlie Paulus ketika ditemui Wartawan usai rapat bersama DPRD NTT, Selasa (21/1/2026). (Istimewa/ATL).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat fondasi keuangan dan tata kelola sebagai langkah strategis menuju kinerja yang lebih sehat dan berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari konsolidasi internal yang dilakukan sepanjang tahun buku 2025, dengan pendekatan hati-hati dan transparansi dalam menghadapi tantangan yang dihadapi pada periode sebelumnya.
“Bank yang sehat harus berani jujur pada neraca keuangannya. Kami ingin memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya, sehingga ke depan Bank NTT berdiri di atas fondasi yang kuat,” kata Charlie dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT pada Selasa (21/1/2026).
Total dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2025 hanya mencapai sekitar Rp29,6 miliar, mengalami penurunan signifikan dibandingkan proyeksi awal yang telah ditetapkan pemerintah daerah sebagai pemegang saham pengendali. Menurut Charlie, hal ini menjadi gambaran nyata bahwa kinerja laba tidak sesuai dengan harapan, yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor struktural dan manajerial.
Faktor utama yang menyebabkan penekanan kinerja adalah melambatnya pertumbuhan kredit pada sebagian besar periode tahun 2025, meskipun tercatat pergerakan signifikan pada kuartal terakhir (Oktober-Desember).
Untuk tahun 2026, manajemen Bank NTT berfokus pada persiapan pertumbuhan kredit yang lebih terukur, dengan tetap menjaga kualitas aset dan efisiensi pengelolaan biaya. Potensi dividen juga diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp43,6 miliar seiring dengan perbaikan kinerja operasional dan pendapatan perusahaan.
“Kami optimistis 2026 akan menjadi tahun yang lebih produktif. Dengan manajemen yang stabil, proses bisnis yang lebih disiplin, dan pengendalian risiko yang ketat, kinerja Bank NTT akan terus membaik,” ujar Charlie.
Dalam rapat tersebut, DPRD NTT menyampaikan beberapa catatan terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya adalah usulan pembukaan layanan setoran di luar jam kerja. Namun, Charlie menegaskan bahwa kebijakan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh, mengingat adanya biaya tetap yang harus dikelola dan tidak menjamin keuntungan langsung.
“Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas. Namun, setiap kebijakan harus dihitung secara cermat agar tidak membebani keuangan bank dan justru merugikan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Dividen Bank NTT pada tahun 2025 menjadi pengingat bahwa aspek tata kelola, kualitas kredit, dan stabilitas manajemen memiliki dampak langsung terhadap kontribusi bank daerah bagi keuangan pemerintah daerah. Dengan langkah konsolidasi, transparansi, dan penguatan tata kelola yang terus dilakukan secara konsisten, Bank NTT berkomitmen tumbuh sebagai bank daerah yang profesional dan berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur.***
- Penulis: Ama Tassy Lake
- Editor: Ama Tassy Lake

Saat ini belum ada komentar