Dari Mediasi Gagal hingga Kabel Diputus: Ini Rangkaian Kejadian di Weepangali
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Desa Weepangali, Fransiskus Umbu Geti, saat dikonfirmasi awak media di kediamannya, pada Kamis, 17 April 2025 (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Fransiskus Umbu Geti, Kepala Desa (Kades) Weepangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tengah menjadi sorotan.
Bagaimana tidak? Aksi dirinya memutus kabel listrik yang selama dua tahun terakhir digunakan oleh 17 Kepala Keluarga (KK) di RT 14, Kampung Wano Mema kini menjadi viral.
Ironisnya, tindakan itu ia lakukan tanpa koordinasi maupun izin dari pihak PLN.
Peristiwa ini terjadi, pada Minggu, 13 April 2025. Kabel yang diputus sebelumnya menyambung dari RT 12, Kampung Pia Mata.
Selama dua tahun pemakaian, tidak pernah ada masalah yang dikeluhkan secara teknis. Namun tiba-tiba, dengan alasan beban daya meningkat, sang kades turun langsung memotong kabel tersebut.
Warga Terdampak Adukan ke Media dan Pemerintah
Merasa dirugikan, warga pun angkat bicara. Aloysius Natara Bili, salah satu warga yang terdampak langsung, menyebut tindakan pemutusan itu sebagai bentuk kesewenang-wenangan kades.
Ia pun menilai alasan yang digunakan sang kades tidak masuk akal, apalagi selama dua tahun pemakaian tidak pernah terjadi gangguan.
Menurutnya, pernyataan sang kades soal “beban bertambah” muncul tiba-tiba tanpa dasar yang kuat.
“Dulu aman-aman saja, tidak pernah lampu padam atau kabel bermasalah. Tapi sekarang bilang beban? Kami bingung,” ujar Aloysius kepada awak media, baru-baru ini.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar