Gunung Kelimutu di Nusa Tengara Timur Berstatus Waspada, PVMBG: Jauhi Tepi Kawah!
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gunung Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di atas permukaan air danau kawah terdapat endapan belerang berwarna kuning keemasan yang bertebaran di sekitarnya, termasuk di sebelah timur, tenggara, barat laut, utara, dan timur laut.
Pada tanggal 23 Mei 2024, suhu air di danau kawah mencapai 22 derajat Celsius. Pemeriksaan terbaru menunjukkan bahwa air di danau Kawah II berwarna biru muda, seperti pemeriksaan sebelumnya.
Namun, ditemukan endapan belerang yang berwarna kuning tersebar di permukaan air, menutupi bagian tengah dan juga sebelah utara, timur, selatan, dan barat.
Saat ini, suhu air di danau kawah mencapai 24 derajat Celcius. Terdapat juga pengamatan bahwa arus putaran endapan belerang muncul di bagian selatan permukaan danau. Aroma gas belerang tercium sangat lemah dan tidak ada asap yang terlihat di kawah.
Selanjutnya, mencatat bahwa selama periode 1 hingga 23 Mei 2024, terjadi satu kali gempa vulkanik dangkal, 77 kali gempa vulkanik dalam, 30 kali gempa tektonik lokal, dan 85 kali gempa tektonik jauh.
Namun, data RSAM pengukuran amplitudo seismik secara langsung menunjukkan peningkatan walaupun tidak terlalu mencolok. Gempa-gempa yang tercatat menunjukkan adanya aliran magma menuju ke permukaan.
“Data pemantauan baik secara visual maupun instrumental menunjukkan perubahan yang signifikan baik dari perubahan warna air danau Kawah I, maupun kenampakan dan sebaran dari belerang di permukaan air danau Kawah II yang semakin intensif,” jelas Hendra Gunawan.
Selain itu, ia juga mengemukakan bahwa observasi visual menunjukkan terjadinya pengikisan batuan di Kawah I dan adanya peningkatan aliran magma (fluida magmatik) ke permukaan, hal ini terlihat dari kenaikan suhu air danau Kawah II.
Setelah itu, peningkatan aktivitas sistem magmatik-hidrotermal di bawah permukaan danau Kawah II menunjukkan perluasan endapan belerang di air.
“Perubahan warna air danau kawah dan sebaran belerang yang intensif didukung oleh peningkatan kegempaan mengindikasikan terjadinya suplai magma ke permukaan,” tandasnya.
Sekarang ini, Gunung Kelimutu memiliki kemungkinan ancaman dalam bentuk erupsi freatik dan magmatik yang mengakibatkan lemparan material dalam jarak 250 meter. Hujan abu bisa muncul dalam berbagai jarak dan intensitas tergantung dari arah dan kecepatan angin.
PVMBG mengingatkan penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Kelimutu agar tetap mengendalikan emosi mereka, menghindari pengaruh berita yang tidak dapat dipercaya mengenai aktivitas Gunung Kelimutu.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar