Jaga Keseimbangan Politik, Kursi Sekda SBD Layak Diisi Figur Wewewa
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi. Tiga calon Sekda Kabupaten SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Penentuan posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Barat Daya (SBD) kini menjadi sorotan publik.
Jabatan strategis ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan wilayah dalam pemerintahan daerah.
Meski menikah dengan putra Wewewa Barat, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, berasal dari Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat. Sementara, Wakil Bupati dan Ketua DPRD sama-sama putra Kodi.
Konstelasi ini menciptakan harapan agar kursi Sekda dipercayakan kepada putra Wewewa sebagai bentuk pemerataan politik dan birokrasi.
Jika dilihat kembali pada pesta demokrasi serentak 2024 lalu, masyarakat Wewewa menunjukkan komitmen politik luar biasa.
Lebih dari sembilan puluh persen dukungan diberikan kepada calon bupati Ratu Wula dan Angga Kaka. Fakta politik ini seharusnya menjadi pertimbangan serius dalam pembagian peran kekuasaan.
Dari tujuh calon yang mendaftar, terdapat nama Christofel Horo, Enos Eka Dede, Gerson Dua Ate, Frans Lamunde, Yengo Tanda Kawi, Willi Mali dan Etmundus N. Nau.
Setelah proses seleksi, tiga nama kini masuk daftar akhir dan diusulkan Bupati, yakni Drs. Etmundus N. Nau, Christofel Horo, dan Enos Eka Dede.
Nama terakhir, Enos Eka Dede, menjadi figur kuat dari Wewewa. Kapasitas birokrasi dan rekam jejaknya juga telah lama dikenal publik. Tidak berlebihan bila kehadirannya dianggap representasi yang mampu menjembatani aspirasi Wewewa.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar