Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Produksi Air Tak Seimbang dengan Kebutuhan, PDAM Tirta Ende Hadapi Tantangan Layanan Air Bersih

Produksi Air Tak Seimbang dengan Kebutuhan, PDAM Tirta Ende Hadapi Tantangan Layanan Air Bersih

  • account_circle Hans Wea
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Pelayanan air bersih di Kabupaten Ende masih menghadapi tantangan serius. Ketidakseimbangan antara kapasitas produksi air dan tingkat konsumsi pelanggan menjadi persoalan utama yang saat ini dihadapi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ende.

Direktur PDAM Tirta Ende, Heribertus Gani, mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan yang terus bertambah tidak sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi air.

Dari sekitar 16 ribu pelanggan terdaftar, hampir 13 ribu di antaranya merupakan pelanggan aktif yang setiap hari bergantung pada layanan distribusi air bersih.

“Ini menjadi tantangan besar bagi Perumda hari ini. Kendati demikian, kami tetap berupaya mengoptimalkan tata kelola sumber-sumber produksi yang ada,” ujar Heribertus.

Saat ini, PDAM Tirta Ende mengandalkan sejumlah sumber air baku, baik dari mata air pegunungan seperti Air Pana dan Air Kipa, sumber air dari Woloare, serta sandaran utama dari Kali Wolowona sebagai sumber air permukaan.

Namun, seluruh sumber tersebut tidak lepas dari kendala, terutama saat musim hujan yang kerap disertai angin kencang dan banjir, sehingga memengaruhi kualitas dan kontinuitas pasokan air.

Heribertus menjelaskan, sistem distribusi air PDAM tidak langsung mengalir ke rumah pelanggan, melainkan harus melalui proses pengolahan di Water Treatment Plant (WTP). Proses ini sangat bergantung pada ketersediaan listrik dan bahan kimia.

“Kalau listrik mati, seluruh aktivitas pelayanan bisa lumpuh,” jelasnya.

Dari tiga unit WTP yang bersumber dari Kali Wolowona, kapasitas produksi air saat ini hanya mencapai sekitar 110 liter per detik dalam kondisi normal.

  • Penulis: Hans Wea
  • Editor: Hans Wea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klasemen Grup C Pasca Indoenesia dikalahkan Cina 2-1, Kualifikasi Piala Dunia 2026

    Klasemen Grup C Pasca Garuda Gagal Tembus Empat Besar

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Timnas Indonesia harus rela tertahan di posisi kelima klasemen Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia setelah takluk 1-2 dari tuan rumah China, pada Selasa, 15 Oktober 2024. Kekalahan ini membuat Garuda mengumpulkan tiga poin dari empat pertandingan, sama dengan China yang menempati posisi keenam karena kalah selisih gol. […]

  • Penampakan Gunung Api Ile Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur (TIM/Lintas Sumba)

    Kembali Erupsi, Kolom Abu Gunung Ile Lewotobi Laki-Laki Capai 600 Meter

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Gunung Api Ile Lewotobi Laki-Laki dilaporkan kembali erupsi dengan kolom abu setinggi 600 meter. Gunung berapi yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengalami erupsi, pada Rabu, 11 September 2024. Demikian disampaikan Petugas Pemantau Gunung Dany Erlangga Yosa Putra, dalam laporan yang diterima awak media, pada […]

  • Gambar Ilustrasi. Polisi amankan motor curian yang ditutup degan kardus berisi buku (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Modus Kardus Buku, Truk Pengangkut 13 Motor Curian Dibekuk Polisi

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Jajaran Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat, berhasil menggagalkan pengiriman 13 sepeda motor hasil curian. Motor-motor tersebut diduga akan dibawa ke Bengkulu. Pelaku utama, AMR (45), ditangkap setelah polisi mencurigai truk yang dikemudikannya di kawasan Jakarta Barat, pada Senin, 24 Februari 2025 pagi. Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami mengungkapkan, truk berpelat […]

  • Ben Dalupe, Keluarga Aloysius Lede Bora, korban penyerangan brutal di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Barat Daya (SBD), saat Konferensi Pers, pada Selasa, 17 Juni 2025 siang (Johan Sogara/Lintas Sumba) 14:39 Play Button

    Pegawai Dinas P dan K SBD Ditikam Brutal, Keluarga Bongkar Motif Sebenarnya dan Kondisi Korban!

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Insiden penikaman mengguncang Kantor Dinas Pendidikan Sumba Barat Daya (SBD)! Aloysius Lede Bora, Kepala Seksi Kurikulum SD, ditikam brutal oleh operator sekolah karena isu dana BOS. Pelaku mengaku kecewa, namun keluarga korban membantah tegas tuduhan yang menyudutkan Aloysius. Dalam konferensi pers di RSUD Reda Mbolo, pada Selasa, 17 Juni 2025, keluarga mengungkap […]

  • Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, saat menghadiri debat publik perdana (Tangkap layar YouTube KPU NTT/Lintas Sumba)

    Tegaskan NTT Bersih Melayani, Ansy dan Jane Soroti Transformasi Birokrasi

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Debat publik perdana calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berlangsung di Millenium Ballroom, Kota Kupang, pada Rabu, 23 Oktober 2024. Visi NTT Bangkit Melejit, Berdaya Saing dan Berkelanjutan, dipaparkan oleh pasangan calon Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) dan Jane Natalia Suryanto. Dalam debat terbuka perdana yang mengusung tema […]

  • Alang-alang yang tumbuh subur, tanpa perawatan khusus, bahkan di tanah yang kurang subur (Umbu Ambrosi Bili/Lintas Sumba)

    Budidaya Alang di Sumba: Membaca Peluang Cuan Menggiurkan

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Lintas Sumba
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Alang-alang, tanaman rumput dengan nama latin Imperata cylindrica, memiliki peran penting dalam budaya lokal di Sumba. Dikenal sebagai “ngaingo” dalam bahasa sumba pada umumnya, alang-alang ini subur di dataran rendah dan lahan terbuka di Sumba, bahkan di tanah yang kurang subur. Bagi masyarakat Sumba, alang-alang adalah kebutuhan primer, digunakan sebagai bahan utama […]

expand_less