Jaga Mutu, Karakter dan Kompetensi, Poltekkes Bakti Sumba Buka PPKMB 2026/2027
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Direktur II Poltekkes Bakti Sumba, Stevy Kura, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru dalam kegiatan PPKMB Tahun Akademik 2026/2027 (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Stefyne menilai pendidikan yang dijalani mahasiswa bukan sekadar proses memperoleh gelar, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi mahasiswa, keluarga dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Leonard Moi, menyampaikan perkembangan jumlah mahasiswa baru yang mengikuti PPKMB tahun ini.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil seleksi periode pertama hingga periode ketiga tahun 2025 – 2026 terdapat sebanyak 121 mahasiswa baru yang dinyatakan lolos.
Namun, jumlah peserta yang mengikuti PPKMB saat ini sebanyak 95 mahasiswa baru serta dua mahasiswa lama.
Para mahasiswa tersebut berasal dari tiga program studi, yakni D3 Farmasi, D4 Gizi Klinis dan D4 MIK.
Leonard mengatakan, sebanyak 21 mahasiswa yang belum mengikuti kewajiban PPKMB diharapkan dapat mengikuti kegiatan tersebut pada periode berikutnya.

Sebanyak 95 mahasiswa baru dan dua mahasiswa lama mengikuti PPKMB Poltekkes Bakti Sumba Tahun Akademik 2026/2027 dari tiga program studi, yakni D3 Farmasi, D4 Gizi Klinis dan D4 MIK (Johan Sogara/Lintas Sumba)
“Mutu akademikmu hari ini menentukan dirimu dan keluargamu di masa depan,” pesannya.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Bakti Sumba, Ardiansyah, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjawab berbagai pandangan pesimistis terhadap keberadaan dan perkembangan institusi pendidikan.
“Modal sumber daya manusia inilah yang menjadi jawaban nyata di tengah dinamika dan pandangan-pandangan pesimistis yang kerap muncul dari pihak-pihak yang justru sibuk mengalihkan perhatian pada hal-hal tidak substansial,” ujarnya.
Ia menegaskan, mutu pendidikan tidak dibangun hanya melalui narasi, tetapi harus dibuktikan melalui rekam jejak akademik serta profesionalisme tenaga pengajar.
“Politeknik Kesehatan Bakti Sumba membuktikan bahwa mutu pendidikan tidak dibangun dari narasi, melainkan dari rekam jejak akademik dan profesionalisme para pengajarnya,” tegasnya.
Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bakti Sumba sebagai penyelenggara serta seluruh panitia PPKMB Tahun Akademik 2026/2027 yang telah mempersiapkan agenda tahunan tersebut.
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba

Saat ini belum ada komentar