Bukan Sekadar KKN, Wakil Bupati SBD Sebut Mahasiswa Gentaskin Unika Weetebula sebagai Agen Perubahan
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, saat memberikan sambutan dalam acara Penutupan dan Penarikan Mahasiswa Program KKN Tematik Gentaskin Tahun 2026 Universitas Katolik (Unika) Weetebula (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Gentaskin (KKNT Gentaskin) Batch II Tahun 2026 yang telah melaksanakan pengabdian di sejumlah wilayah desa di Kabupaten SBD.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati SBD, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, dalam acara Penutupan dan Penarikan Mahasiswa Program KKN Tematik Gentaskin Tahun 2026, yang berlangsung di Universitas Katolik (Unika) Weetebula, Kecamatan Loura, Kabupaten SBD, pada Senin, 31 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Perwakilan LLDIKTI Wilayah XV, Oktavianus Belwin Lepa, Rektor Unika Weetebula Dr. Wilhelmus Yape, para camat dari Kecamatan Kodi Balaghar, Kodi Utara, Wewewa Barat dan Wewewa Selatan.
Hadir pula saat itu para kepala desa atau perwakilan, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKNT Gentaskin Batch II Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Angga Kaka menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan KKN Tematik Gentaskin dapat terlaksana hingga tahap penutupan dan penarikan mahasiswa.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XV, seluruh pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping lapangan, serta mahasiswa sekalian,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui Program KKN Tematik Gentaskin atau Gerakan Tanggulangi Kemiskinan dan Stunting telah memberikan warna baru sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan semangat baru di tengah masyarakat.
Selama kurang lebih dua bulan berada di lapangan, kata Angga Kaka, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga mengambil peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Selama kurang lebih dua bulan kehadiran para mahasiswa di lapangan bukan hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa pengetahuan, semangat, kepedulian dan telah memberikan manfaat nyata,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu kontribusi penting program tersebut adalah mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui kegiatan produktif yang memanfaatkan potensi lokal.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaksanaan KKNT Gentaskin juga menjadi ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung berbagai persoalan dan potensi yang ada di tengah masyarakat.
Angga Kaka pun menegaskan, bahwa penarikan mahasiswa dari lokasi KKN bukan berarti berakhirnya dampak program yang telah dijalankan.
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba



Saat ini belum ada komentar