Kontroversi Larangan Surfing di Pantai Sekitar Hotel Nihiwatu, Masyarakat Tuntut Kejelasan Izin dari Pemerintah Pusat
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkap Layar Video Viral Manager Boat House Nihiwatu saat memberikan larangan surfing di pantai sekitar Hotel Nihiwatu (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Manager Boat House Nihiwatu telah menjadi sorotan tajam setelah tersebarnya video viral yang menampilkan dirinya memberikan larangan surfing di pantai sekitar Hotel Nihiwatu.
Dalam video yang menyebar luas di berbagai platform media sosial, sang manager wanita itu menyatakan bahwa larangan surfing tersebut didasarkan pada izin yang diterima pihaknya dari pemerintah pusat.
Penegasan manager ini pun memicu reaksi keras dari masyarakat setempat yang merasa bahwa larangan tersebut tidak adil dan bertentangan dengan hak mereka untuk menikmati pantai yang merupakan milik khalayak umum.
Saat dikonfirmasi lintassumba.com pada Minggu, 26 Mei 2024, salah satu masyarakat Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Agustinus Hobang Nini, membenarkan hal ini.
Agus menyatakan, ia bersama rekannya Tim Sunset Sumba, dilarang manager tersebut melakukan surfing dengan tamu di pantai sekitar Hotel Nihiwatu.
“Dia (Manager) tanya ke kami kenapa datang surving? Jadi kami menjawab ini milik publik. Kemudian manager itu bilang bahwa mereka sudah private ini laut. Sudah ada surat izin dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Namun, kejelasan terkait izin tersebut masih dipertanyakan oleh masyarakat.
“Lalu kami tanya lagi buat surat izin dimana? Dia bilang yang penting kami sudah izin di pemerintah pusat. Dia tidak kasitau dapat izin dari pemerintah bagian mana. Dia hanya bilang ada surat izin dari pemerintah pusat,” lanjut Agus.
Hingga saat ini, kata dia, pihaknya tidak diberi informasikan lebih lanjut terkait surat izin tersebut, dan belum ada tanggapan dari pihak hotel maupun dinas terkait.
“Setelah hari kedua kemarin sampai hari ini, tanggal 25 sampai 26 Mei 2024, mereka tidak tegur lagi. Kami juga butuh kepastian dan kejelasan dari mereka terkait izin dari pemerintah pusat yang mereka bilang. Setelah viralnya video ini, dari dinas setempat juga belum ada panggilan untuk menyampaikan ke kami terkait persoalan ini,” katanya.
Sebelumnya, Agus dan masyarakat setempat yang melakukan aktivitas di pantai tersebut pernah dilarang dan ditegur oleh pihak Hotel Nihiwatu.
“Dulu kami pergi waktu masih kecil, belum ramai pariwisata di sana, kami pernah ditegur. Karena pada dasarnya kami masih minim pendidikan dulu,” terangnya.
“Tapi setelah kami pulang dari Bali, pulang pendidikan, kami lihat perkembangan disini, kebetulan kawan saya ada bangun home stay disekitar pantai itu jadi kami handel tamu untuk ajak ke sana,” tandas Agus.
Sementara itu, tampak dalam video viral tersebut, Maneger Boat Houese Nihiwatu didampaingi oleh kepala security dan satu rekan lainnya.***
Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar