Korban Ketiga Bocah Tenggelam Ditemukan di Pantai Mananga Umma
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Korban ketiga, bocah yang tenggelam di Pantai Waibuku akhirnya ditemukan (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Kabar duka kembali menyelimuti Sumba Barat Daya (SBD) setelah korban ketiga bocah yang tenggelam di Pantai Waibuku akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan di wilayah pesisir yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian, di Pantai Mananga Umma, Desa Tana Mete, Kecamatan Kodi Balaghar, pada Rabu, 28 Januari 2026 pagi tadi.
Informasi penemuan korban pertama kali beredar melalui unggahan warga setempat bernama Lorens Bani di media sosial Facebook.
“Update pagi ini ditemukan mayat ketiga di Pantai Mananga Umma. Puji Tuhan,” tulis Lorens dalam unggahannya.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan diduga kuat terseret arus laut sejak kejadian awal di Pantai Waibuku.
Hal tersebut juga dibenarkan Camat Kodi Balaghar, Adi Mada, saat dikonfirmasi Lintasumba.com pagi tadi.
“Korban ketiga ditemukan pagi tadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 Wita oleh masyarakat setempat, di lokasi yang sama dengan penemuan dua korban sebelumnya,” katanya.
Ia menjelaskan, jenazah ditemukan di pesisir pantai oleh warga yang sejak pagi melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.
“Pencarian sebelumnya tidak bisa dilakukan menggunakan peralatan Tim SAR karena kondisi cuaca dan gelombang laut tidak mendukung. Karena itu, penyisiran lebih banyak dilakukan oleh masyarakat di sepanjang pesisir,” ujarnya.
Sebelumnya, dua korban lebih dahulu ditemukan meninggal dunia di sekitar pesisir pantai setelah dilakukan pencarian oleh masyarakat setempat.
Ketiga bocah tersebut dilaporkan terseret ombak saat berada di sekitar pantai untuk melihat kapal nelayan KM Abadi Jaya A1 yang terdampar.
Kapal nelayan asal Banyuwangi itu sebelumnya patah dua akibat dihantam gelombang tinggi dan cuaca buruk.
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba

Saat ini belum ada komentar