Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Trens » Sariawan Tidak Kunjung Sembuh? Waspada dengan Kanker Ini

Sariawan Tidak Kunjung Sembuh? Waspada dengan Kanker Ini

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Dokter spesialis bedah onkologi tekankan betapa pentingnya mengawasi dan memeriksa luka di mulut atau sariawan yang tidak kunjung sembuh.

Penyakit yang satu ini bisa menunjukkan kemungkinan adanya kanker di dalam rongga mulut.

Dokter I Gusti Ngurah Gunawan Wibisana, Onk dari Fakultas Kedokteran UI menuturkan, biasanya sariawan akan pulih dalam waktu 2 sampai 3 minggu.

Hal ini disampaikannya dalam gelar wicara daring dari Jakarta, pada Selasa, 13 Februari 2024G.

Gunawan mengatakan, biasa ada luka berbentuk sariawan di lidah atau di area lain dalam mulut dan luka itu tidak sembuh selama 3 minggu.

“Kalau tidak sembuh dalam waktu tiga minggu, kita harus mulai curiga,” bebernya.

“Ini mungkin ada sesuatu yang lebih serius dibandingkan sekadar sariawan biasa,” lanjut Gunawan.

Dia mengatakan, kanker mulut dapat terjadi ketika bagian mulut atau lidah sering tergigit karena gigi yang tidak beraturan.

“Lidahnya sering tergigit, terus sering jadi luka akibat susunan gigi geligi sehingga terjadi trauma yang berulang terus,” katanya.

Gunawan juga menjelaskan bahwa risiko terkena kanker rongga mulut lebih tinggi pada individu yang sering merokok, mengonsumsi sirih dan minuman beralkohol dalam jumlah yang berlebihan.

Kerena itu, menurut Gunawan, mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut dan secara rutin memeriksa kesehatan rongga mulut setiap bulannya, dapat mencegah timbulnya penyakit.

“Ada atau tidak misalkan luka atau sariawan yang tidak sembuh. Kemudian, ada atau tidak bercak keputihan yang sebelumnya tidak ada sekarang ada dan kemudian meluas,” tandasnya.***

Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, saat membuka kegiatan intervensi perangkat daerah melalui program SMK Membangun Desa di Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi, Kabupaten SBD

    Wakil Bupati SBD Dorong Kemandirian Masyarakat Lewat Program SMK Membangun Desa

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Program SMK Membangun Desa dapat mendorong kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, saat membuka kegiatan intervensi perangkat daerah melalui program SMK Membangun Desa di Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi, Kabupaten SBD, pada Selasa, 31 Maret 2026. Angga Kaka sapaan akrabnya, […]

  • Calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi Golkar, Melki Laka Lena (@Melki Laka Lena/Facebook/Lintas Sumba)

    Hadapi Pilkada 2024, Melki Laka Lena Ajak Masyarakat NTT Hindari Tiga Hal Ini

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Golkar, Melki Laka Lena, mengajak masyarakat NTT untuk menghadapi Pilkada 2024 dengan semangat yang positif dan penuh kegembiraan. Dalam unggahan di akun Facebook-nya @Melki Laka Lena, pada Selasa, 13 Agustus 2024, Ketua DPD I Golkar NTT itu menekankan pentingnya menjaga suasana politik yang sehat […]

  • Ketua Dekranasda Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Talu (MDT), tegaskan bahwa Dekranasda dan PKK SBD akan bersinergi hijaukan SBD dengan Pohon Cemara (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Besok! Dekranasda dan PKK Bersinergi Hijaukan Sumba Barat Daya dengan 350 Pohon

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Ketua Dekranasda Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Talu (MDT), menegaskan bahwa Dekranasda akan bersinergi dengan PKK untuk bergerak bersama dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah nyata yang akan dilakukan adalah program penghijauan dengan menanam 350 pohon Cemara. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung dari Bandar Undara Lede Kalumbang Tambolaka hingga Lapangan Galatama, […]

  • BKKBN NTT bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Wulla Talu melakukan kampanye penurunan angka stunting tingkat kabupaten/kota di Desa Umbu Wangu (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Gelar Kampanye Kesehatan di Sumba Barat Daya, BKKBN NTT: Cegah Stunting dengan 4T

    • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kampanye penurunan angka stunting tingkat kabupaten/kota. Acara kali ini diadakan tepatnya di Desa Buru Deilo dan Desa Umbu Wangu, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada Sabtu, 27 Juli 2024. Adapu tujuan kampanye kesehatan itu digelar yakni […]

  • Siswa-siswi TK Kristen Ebenheyzer Tambolaka Kunjungi Polres Sumba Barat Daya

    Siswa-siswi TK Kristen Ebenheyzer Tambolaka Kunjungi Polres Sumba Barat Daya

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Unit Kamsel Satlantas Polres Sumba Barat Daya (SBD), Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima kunjungan siswa/i Taman Kanak-kanak (TK) Kristen Ebenheyzer Tambolaka. Kegiatan ini berlangsung di Mako Polres SBD, Desa Kadi Pada, Kecamatan Kota Tambolaka pada Jumat, 10 Mei 2024. Kedatangan para siswa/i tersebut disambut langsung oleh Kasat Lantas Polres SBD Iptu […]

  • Peresmian PHTC RSUD Reda Bolo oleh Kemenkes dan Pemda Sumba Barat Daya (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    PHTC RSUD Reda Bolo, Pj. Bupati Apresiasi Pemerintah Pusat

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Masalah malaria menjadi perhatian serius, karena Sumba Barat Daya merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang masih masuk dalam zona merah. Karena itu, perbaikan lingkungan dan peningkatanan layanan pengobatan harus dilakukan untuk menekan angka penyebaran penyakit tersebut. Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Sumba Barat Daya Yohanes Oktavianus, saat memberikan sambutan dalam acara peletakan […]

expand_less