Gandeng UNMARIS, SDK Marsudirini Tambolaka Gelar Workshop Inovasi Teknologi dan Ekologi
- account_circle Hans Wea
- calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gandeng UNMARIS, SDK Marsudirini Tambolaka Gelar Workshop Inovasi Teknologi dan Ekologi. (Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap teknologi sekaligus sadar lingkungan, SDK Marsudirini Tambolaka sukses menggelar workshop bertajuk “Dari Kelas ke Lingkungan: Inovasi Deep Learning, AI, dan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Ramah Lingkungan” pada Rabu (18/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi intensif ini menghadirkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dari Universitas Stella Maris Sumba (UNMARIS).
Pada sesi pertama, PLT Rektor Universitas Stella Maris Sumba, Ibu Agustina Purnami Setiawi, M.Pd, memaparkan urgensi pemanfaatan Deep Learning dan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan modern.
Materi ini menekankan bagaimana kecerdasan buatan dapat menjadi alat akselerasi bagi guru dalam menciptakan metode pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Memasuki sesi kedua, fokus beralih pada implementasi keberlanjutan lingkungan. Tim dosen Program Studi Teknik Lingkungan UNMARIS yang terdiri dari Fernince Ina Pote, M.Si, Alexander Talo Popo, M.M, dan Diana Reby Sabawaly, M.Pd, membedah teknik pengolahan sampah organik menjadi pupuk ramah lingkungan.
Inisiatif ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan peran aktif mahasiswa UNMARIS, Simon Peter Gado dan Andreas Lede, yang mendampingi jalannya praktik lapangan. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan implementasi praktis yang memberikan nilai tambah bagi peserta.
Kepala Sekolah SDK Marsudirini Tambolaka, Sr. M. Clarista, OSF, bersama seluruh jajaran guru dan pegawai, menyambut antusiasme tinggi sepanjang rangkaian acara. Menurutnya, kolaborasi ini sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi tenaga pendidik saat ini.
Keberhasilan workshop ini pun memicu rencana strategis yang lebih besar. Muncul wacana formalisasi kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara UNMARIS dan SDK Marsudirini Tambolaka.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan. Kami ingin melibatkan mahasiswa UNMARIS untuk bersama-sama menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan inovatif bagi siswa kami,” ujar Sr. M. Clarista.
Melalui kemitraan strategis ini, kedua lembaga pendidikan tersebut berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang holistik, berwawasan lingkungan, serta siap menghadapi tantangan global di masa depan.***
- Penulis: Hans Wea
- Editor: Hans Wea








Saat ini belum ada komentar