Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dua Pekerja Asal Loura Akhirnya Keluar dari Rumah Majikan di Jakarta

Dua Pekerja Asal Loura Akhirnya Keluar dari Rumah Majikan di Jakarta

  • account_circle Ming Ghoghi
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lintassumba – Dua pekerja asal Desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berhasil keluar dari rumah majikan mereka di Jakarta.

Keduanya, Uly dan Andra, kini dalam kondisi aman. Sebelumnya, mereka mengaku tak diizinkan pulang oleh majikan, serta KTP dan upah mereka ditahan selama berbulan-bulan.

Keduanya keluar dari rumah majikan pada dini hari, sekitar pukul 02.26 Wita, setelah dijemput oleh sejumlah orang yang diketahui asal dari Loura.

“Kita sudah sampai di tempat,” kata Uly, salah satu korban kepada media ini melalui pesan singkat pada Selasa, pukul 02.26 Wita.

Saat ini, keduanya berada di tempat tinggal kerabat di Jakarta.

“Kita ada di kos kakak perempuan,” ujarnya.

Sebelumnya, kedua korban diketahui bekerja di rumah majikan yang beralamat di Jalan Kenari Golf 5 No. 73, RT 6/RW 2, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Uly mengaku telah bekerja selama satu tahun, sementara adiknya selama 10 bulan. Selama itu, sistem pembayaran gaji disebut dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Namun, dalam 10 bulan terakhir, keduanya mengaku tidak lagi menerima gaji.

Merasa dirugikan, mereka sempat meminta untuk dipulangkan. Akan tetapi, permintaan tersebut tidak dikabulkan. Majikan justru meminta mereka mencari pengganti sebelum diperbolehkan pulang.

Selain itu, Uly mengungkapkan sejak awal tidak ada kesepakatan kontrak kerja resmi bermaterai antara mereka dengan pihak majikan.

Ia juga menyebut adanya ketidaksesuaian pekerjaan. Adiknya, kata dia, awalnya dijanjikan hanya mengerjakan satu jenis pekerjaan, namun setelah tiba di Jakarta, pekerjaan yang diberikan berbeda dari kesepakatan awal.

“Awalnya dijanjikan satu pekerjaan, tapi sesampai di sini tidak sesuai,” kata Uly.

Tak hanya itu, perubahan nominal gaji juga terjadi. Dari yang semula dijanjikan Rp1,8 juta, berubah menjadi Rp1,7 juta setelah tiba di Jakarta, bahkan disebut kembali dipotong.

Uly juga menceritakan saat adiknya ingin pulang karena kondisi ibu yang sakit serta rencana melanjutkan kuliah, permintaan tersebut tidak diizinkan oleh majikan.

Kondisi kerja yang dinilai tidak nyaman turut menjadi alasan mereka ingin keluar. Uly menyebut majikan kerap marah hampir setiap hari.

“Di sini kita betul-betul tidak nyaman,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rekaman yang diterima media ini, terdengar suara seorang perempuan yang diduga majikan meminta keduanya mencari pengganti terlebih dahulu sebelum pulang.

Kini, keduanya telah keluar dari tempat kerja tersebut setelah sebelumnya mengalami berbagai persoalan selama bekerja.***

 

 

  • Penulis: Ming Ghoghi
  • Editor: Ming Ghoghi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Yermia Nd. Doda menghadiri Pawai Gema Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi Kabupaten Sumba Barat

    Sumba Barat Sambut Bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah dengan Pawai Gema

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sekretaris Daerah (Sekda) Yermia Nd. Doda, secara resmi membuka Pawai Gema Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 09 Maret 2024. Acara ini merupakan kolaborasi antara Panitia Hari-hari Besar Islam dan Badan Kontak Majelis Taklim Sumba Barat. Adapun tujuan kegiatan ini dilakukan yakni untuk […]

  • Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur, Ansy Lema, saat bertemu salah satu kelompok tani dan ikut membuat pestisida nabati (@ansi.lema/Instagram/Lintas Sumba)

    Ansy Lema Targetkan Kemajuan NTT Lewat Program Nyata untuk Nelayan, Tani dan Ternak

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Yohanis Fransiskus Lema, yang akrab disapa Kaka Ansy, telah menetapkan “Nelayan, Tani, dan Ternak” sebagai pilar utama dalam perjuangannya membangun Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai calon Gubernur NTT untuk periode 2024, Ansy menegaskan bahwa sektor-sektor fundamental ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata selama masa jabatannya sebagai wakil […]

  • Perkuat Ekonomi Negara, Forum Business dan Business Matching Pengusaha Muda NTT dan Republik Demokratik Timor Leste resmi dibuka

    Forum Business dan Business Matching Pengusaha Muda NTT dan Timor Leste Resmi Dibuka, Ayodhia Kalake: Perkuat Ekonomi Negara

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Salah satu kesepakatan dalam Pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Istana Kepresidenan Bogor pada Tanggal 26 Januari 2024 lalu adalah peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste. Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ayodhia Kalake, saat membuka Forum Business […]

  • Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat konferensi pers 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (Johan Sogara/Lintas Sumba) 14:23 Play Button

    Jumpa Pers 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Selama 100 hari pertama, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya menunjukkan komitmen nyata dengan 10 capaian strategis. Mulai dari kerja sama investasi dengan Jerman, bantuan sosial untuk ribuan pekerja, hingga promosi wisata digital. Saksikan bukti kerja dan gebrakan dalam 100 hari pemerintahan baru di SBD!***

  • Gambar ini menggambarkan suasana penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan. Di dalam sebuah kamar kecil, terdapat noda darah yang mencemari lantai dan tempat tidur. Di meja, terlihat beberapa barang bukti, seperti pisau cutter, tisu bekas, dan ponsel, yang memberikan petunjuk mengenai kejadian tersebut. Wanita Michat Riau.

    Peristiwa Tragis Kamar 105: Wanita Michat Dibunuh Pria 19 Tahun

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Seorang pria bernama Alex Indra Lexmana Sihombing (19), harus diamankan polisi lantaran terlibat kasus pembunuhan. Laki-laki pradewasa itu dikabarkan menjadi penyebab meninggalnya Wiji Imelda (20). Korban tersebut ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Kartini, Kelurahan Selatpanjang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, pada Senin, 9 Desember 2024. Sementara pelaku […]

  • Gurun Pasir Pantai Oetune, Timor Tengah Selatan (TIM/Lintas Sumba)

    Menikmati Keindahan Pantai Oetune: Gurun Pasir yang Tersembunyi di Pulau Timor

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pantai Oetune, permata tersembunyi di Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), menawarkan pengalaman wisata yang unik dan memikat. Dikenal dengan pasir putihnya yang halus seperti gurun pasir, pantai ini memikat para pengunjung dengan keindahannya yang alami dan pesonanya yang menakjubkan. Pantai Oetune dikenal karena pasir putihnya yang halus, menyerupai gurun […]

expand_less