5 Bukit Terbaik untuk Berburu Sunrise di Sumba
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sunrise di Bukit Hiliwuku, Sumba Timur (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
4. Bukit Hiliwuku, Sumba Timur
Hiliwuku Hils menawarkan lanskap yang sangat identik dengan wajah alam Sumba: hamparan rumput luas, perbukitan, dan suasana yang relatif tenang.
Bukit Hiliwuku juga menjadi salah satu lokasi yang dapat digunakan untuk menikmati sunrise maupun sunset. Ketika matahari mulai terbit, perubahan warna langit berpadu dengan hamparan savana yang membentang di sekitarnya.
Lokasinya berada di kawasan Desa Hiliwuku, Sumba Timur. Dari Waingapu, perjalanan menuju kawasan ini membutuhkan waktu sekitar satu jam, tergantung kondisi perjalanan.
Daya tarik utama tempat ini tidak lain savananya yang luas, suasana tenang, panorama khas Sumba, serta perubahan warna lanskap sesuai musim.
5. Bukit Wairinding, Sumba Timur
Bukit Wairinding merupakan salah satu ikon wisata alam Sumba Timur. Perbukitannya membentuk gelombang-gelombang alami yang sangat khas dan menjadi salah satu lanskap yang paling mudah dikenali dari Sumba.
Saat musim hujan, bukit-bukit Wairinding tampil hijau. Sementara pada musim kemarau, rerumputannya berubah menjadi warna cokelat keemasan yang memberikan karakter berbeda.
Dari kawasan ini, wisatawan dapat menikmati panorama perbukitan yang luas dan suasana alam Sumba. Lokasinya sekitar 30 menit dari pusat Kota Waingapu dan dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Daya tarik utama tempat ini adalah bukitnya yang bergelombang, savana luas, perubahan warna lanskap berdasarkan musim, dan panorama alam Sumba yang ikonik.
Menikmati sunrise dari atas bukit tentu membutuhkan sedikit pengorbanan. Wisatawan sebaiknya sudah berada di lokasi sebelum matahari muncul agar tidak kehilangan momen perubahan warna langit dari gelap, jingga, hingga keemasan.
Selain membawa kamera atau ponsel, jangan lupa membawa jaket tipis karena udara pagi di atas bukit bisa cukup dingin. Gunakan alas kaki yang nyaman dan selalu bawa kembali sampah agar keindahan alamnya tetap terjaga.
Pesona Sumba bukan hanya dapat dinikmati ketika matahari tinggi di atas kepala. Justru pada pagi hari, ketika cahaya pertama menyentuh savana dan perbukitan, Sumba menghadirkan wajahnya yang paling tenang dan memukau.
Jadi, kalau suatu saat berkunjung ke Tanah Marapu ini, jangan hanya mengejar sunset. Bangun lebih pagi dan berburu sunrise dari atas bukit. Sebab, di Tanah Sumba, matahari terbit pun punya cerita sendiri.***
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba



Saat ini belum ada komentar