Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata & Budaya » Mengungkap Kekayaan Budaya Sumba: Sejarah Marapu

Mengungkap Kekayaan Budaya Sumba: Sejarah Marapu

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Sumba, sebuah pulau yang terletak di bagian timur Indonesia, bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga dengan kekayaan budaya yang memikat.

Salah satu aspek yang sangat mencolok dari warisan budaya pulau ini adalah kepercayaan tradisional mereka yang dikenal sebagai Marapu.

Asal Usul Marapu

Marapu adalah sistem kepercayaan tradisional yang telah dianut oleh masyarakat Sumba sejak zaman kuno.

Kata “Marapu” sendiri berasal dari bahasa lokal yang berarti “nenek moyang” atau “roh leluhur”.

Kehidupan sehari-hari dan kepercayaan spiritual sangat erat terkait dengan Marapu. Ini meliputi keyakinan tentang keberadaan roh leluhur yang mendiami alam semesta dan mempengaruhi kehidupan manusia.

Tatanan dan Praktik Keagamaan

Marapu mengatur berbagai aspek kehidupan masyarakat Sumba, termasuk upacara adat, tata cara pertanian, dan interaksi sosial.

Ritual-ritual yang berkaitan dengan Marapu meliputi perayaan kelahiran, kematian, perkawinan, dan berbagai tahapan kehidupan lainnya.

Salah satu ritual yang paling penting adalah “pasola”, sebuah festival tahunan yang diadakan untuk menghormati roh leluhur dan memohon kesuburan bagi tanah.

Perubahan dan Kontinuitas

Meskipun telah mengalami pengaruh agama-agama dunia seperti Islam dan Kristen, kepercayaan pada Marapu tetap kuat di Sumba.

Bahkan dalam masyarakat yang telah beralih ke agama-agama dunia, banyak aspek dari praktik Marapu masih terjaga dengan kuat.

Hal ini mencerminkan ketahanan budaya yang luar biasa dan kekayaan spiritual yang dimiliki oleh masyarakat.

Pelestarian dan Pembaruan

Dalam era modern ini, terjadi upaya yang lebih besar untuk melestarikan dan memahami warisan budaya Marapu.

Beberapa organisasi lokal dan internasional telah terlibat dalam proyek-proyek pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi berkelanjutan di Sumba.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ternak babi yang mati akibat virus ASF (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Langkah-langkah Pengobatan yang Perlu Diketahui untuk Mengatasi Penyakit Virus ASF pada Babi

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Penyakit African Swine Fever (ASF) merupakan ancaman serius bagi peternakan babi di seluruh dunia. Virus ASF sangat menular dan dapat menyebabkan kematian yang tinggi pada populasi babi. Namun, dengan pemahaman yang baik tentang penyakit ini dan langkah-langkah yang tepat, ada harapan untuk mengatasi penyebarannya. Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati penyakit virus […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat memberikan pernyataan soal MoU antara Pemda SBD dan Fakultas Kedokteran Universitas Petra Surabaya (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Pemda SBD Gaet FK Petra Surabaya, Siap Cetak Dokter Asal Daerah

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas (FK) Kristen Petra, Surabaya. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung, pada Senin, 23 Juni 2025 malam. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, sebagaimana dikutip Lintassumba.com dari facebook resmi @Prokompi Sumba Barat Daya. Bupati menegaskan, […]

  • Praktik Pengolahan Pangan Lokal implementasi B2SA Pemenuhan Gizi Anak Balita oleh Dosen Prodi Gizi FKM UNDANA Kupang, Anna Henny Talahatu, S.Pi., M.Si, kepada kader posyandu (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    FKM UNDANA Kupang Dorong Peran Posyandu Atasi Gizi Balita di Wilayah Kering NTT

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang menyoroti pentingnya pemenuhan gizi balita melalui peran aktif kader posyandu. Kegiatan ini mengangkat tema B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) untuk mendukung ketahanan gizi anak di wilayah lahan kering dan kepulauan. Kegiatan berlangsung di Posyandu Cempaka I, Desa Kaniti, […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla (Johan Sogara/Lintas Sumba) 1:18 Play Button

    Dikritik dan Dicerca! Begini Respons Ratu Ngadu Bonu Wulla

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bagi Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, kritikan bukanlah hal baru. Ia telah terbiasa menghadapi berbagai tanggapan, dari sekadar masukan tajam hingga cercaan yang menyakitkan. Namun, yang menjadikannya istimewa adalah caranya merespons. Alih-alih goyah, ia justru menjadikan kritik sebagai bahan bakar untuk bekerja lebih giat dan menumbuhkan rasa cinta […]

  • Kondisi terkini Proyek JUT di Desa Kabali Dana, Wewewa Barat (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Proyek Rp300 Juta di Wewewa Barat Disorot, PPK Akui Ada Temuan di JUT

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengakui adanya temuan dalam proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat. Dari hasil monitoring, proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp300 juta ini menunjukkan beberapa permasalahan serius yang harus segera ditangani. Inspeksi dilakukan […]

  • Marta Muda Kaka, Ketua Kelompok Tani Lara Ndaha, Desa Moro Manduyo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten SBD, Provinsi NTT, Dinas Pertanian SBD.

    Sosialisasi Tak Transparan, Kwitansi Tak Ada: Dugaan Tarik ‘Upeti’ Terstruktur di Dinas Pertanian SBD

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan tajam publik. Bukan karena prestasi, melainkan dugaan praktik pungutan liar dan sikap represif terhadap kelompok tani yang mengelola proyek sumur bor dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 senilai Rp300 juta. Kecurigaan mencuat setelah sejumlah petani angkat bicara mengenai […]

expand_less