Sudah Bertahun-tahun Rusak, Jalan Weekombak Penghubung ke Weekura sudah Tak Layak Dilintasi, Warga Minta Kehadiran Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla
- account_circle Kobus Tena
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kondisi jalan Desa Weekombak penghubung Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat, yang rusak parah dan sulit dilintasi kendaraan, Jumat, 15 Mei 2026. (Lintassumba.com/Kobus Tena)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTASSUMBA.COM – Jalan Desa Weekombak penghubung ke Desa Weekura di Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, kembali dikeluhkan warga. Ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju kebun itu mengalami kerusakan parah dan sulit dilalui kendaraan.
Di sejumlah titik, jalan tampak berlubang, berlumpur, dan dipenuhi genangan air. Kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas, terutama saat hujan turun.
Warga Kampung Andalara, Desa Weekombak, Maria Eka Susanti Baru, meminta Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, turun langsung melihat kondisi jalan tersebut.
“Kami mau menyampaikan ibu Ratu sebagai Bupati SBD, kami minta kehadirannya ibu Ratu melihat keadaan jalan kami, jalan Weekombak menuju ke Weekura,” kata Maria saat diwawancarai di lokasi, Jumat, 15 Mei 2026.
Menurut dia, kerusakan jalan sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga yang setiap hari pergi ke kebun. Ia kecewa dengan Kondisi jalan yang berlumpur dan rusak membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas.
“Kecewa sekali kita seperti ini setiap hari. Apalagi kita ini punya kebun. Kadang kendaraan seperti oto dan motor susah mau lewat karena kondisi jalannya terlalu parah rusaknya,” ujarnya.
Maria mengatakan sebagian warga memilih berjalan kaki karena khawatir kendaraan rusak saat melewati jalan tersebut. Padahal, akses itu menjadi jalur utama masyarakat menuju kebun dan sejumlah wilayah di sekitar Desa Weekura.
“Kadang kita mau pakai motor, tapi melihat keadaan jalan seperti begini jadi lebih memilih jalan kaki,” ucapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya segera memperbaiki ruas jalan tersebut karena sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa penanganan serius.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan penghubung menuju Weekura mengalami kerusakan cukup parah. Jalan yang seharusnya memudahkan akses masyarakat menuju Weekura justru sulit dilalui akibat banyaknya titik rusak dan berlumpur.
Akibat kondisi tersebut, sebagian masyarakat terpaksa memutar melalui jalur Wee masa hingga Maimangura untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Hal tersebut dinilai bertolak belakang dengan slogan pemerintah daerah, yakni “menata kota, membangun desa”, yang selama ini di gaungkan oleh pemerintah kabupaten Sumba barat daya.***
- Penulis: Kobus Tena
- Editor: Kobus Tena
- Sumber: lintassumba








Saat ini belum ada komentar