Siswi SMAK Sta. Clara Waimarama Raih Juara 1 FLS3N, Bukti Kualitas Sekolah Usia 4 Tahun
- account_circle Maksi Tena
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sesilia Inna Mete, siswa SMAK Sta. Clara Waimarama yang menorehkan juara 1 bidang Jurnalistik pada Lomba FLS3N. (Lintas Sumba/Maksi Tena)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Katolik (SMAK) Sta. Clara Waimarama.
Di usianya yang masih sangat muda, yakni baru berdiri selama empat tahun, sekolah ini berhasil membuktikan kualitasnya dengan mengantarkan salah satu siswinya, Sesilia Inna Mete, meraih gelar Juara 1 Umum tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya dalam bidang Jurnalistik pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N).
Pengumuman pemenang tersebut berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, di mana Sesilia berhasil mengungguli puluhan kompetitor dari berbagai SMA dan SMK di wilayah tersebut.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar piala, melainkan simbol bahwa institusi pendidikan baru dapat bersaing secara sehat dengan sekolah-sekolah yang telah lebih dulu mapan.
Kompetisi FLS3N tahun ini menuntut para peserta untuk menunjukkan kemampuan menulis berita, feature, serta analisis isu terkini dengan ketajaman sudut pandang.
Sesilia Inna Mete dinilai oleh dewan juri memiliki gaya penulisan yang tajam namun tetap humanis, serta kedalaman analisis terhadap isu sosial lokal di Sumba Barat Daya.
Dalam wawancaranya sehari setelah kemenangan, Rabu 29 April 2026, Sesilia mengungkapkan bahwa kemenangannya didorong oleh keinginan kuat untuk membuktikan diri sebagai siswa dari sekolah baru.
“Jujur, rasanya campur aduk. Ada rasa lega karena akhirnya usaha selama berminggu-minggu berlatih menulis dan riset terbayar. Tapi yang paling dominan itu rasa syukur,” ujar Sesilia saat ditemui di ruang kelasnya.
Menurut Sisilia, tantangan terbesar bukanlah pada teknis menulis, melainkan pada mentalitas dan ketajaman sudut pandang di bawah tekanan waktu.
“Saya harus memastikan tulisan saya tidak hanya informatif, tapi juga punya ‘jiwa’ atau empati terhadap subjek yang saya tulis. Awalnya saya agak gugup, tapi saya ingat pesan guru pembimbing saya untuk tetap tenang dan menulis dari hati.”
Sesilia juga menyoroti dinamika unik menjadi siswa di SMAK Sta. Clara yang baru berusia empat tahun. Alih-alih merasa minder, ia justru termotivasi.
“Kami, siswa-siswi angkatan ketiga dan berikutnya, merasa punya tanggung jawab untuk ‘memperkenalkan’ sekolah kami ke publik. Kami ingin menunjukkan bahwa meski sekolah kami baru, kualitas kami tidak kalah. Dukungan dari teman-teman dan guru di sini sangat erat, seperti keluarga kecil, jadi itu membantu saya fokus,” tambahnya.
Prestasi Sisilia mendapat sambutan hangat dari pihak manajemen sekolah. Kepala Sekolah SMAK Sta. Clara Waimarama, Kasmir Bebon, menyatakan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari visi sekolah yang menyeimbangkan keunggulan akademik dengan pengembangan bakat seni dan literasi.
“Ini adalah momen yang sangat membahagiakan bagi seluruh civitas akademika SMAK Sta. Clara Waimarama. Ketika kami pertama kali membuka sekolah ini empat tahun lalu, visi kami bukan hanya mencetak siswa yang pintar secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berprestasi di bidang seni serta literasi,” ungkap Kepala Sekolah dalam wawancara terpisah di ruang kerjanya.
Menjawab pertanyaan mengenai strategi pembinaan di sekolah yang masih baru, Kepala Sekolah menjelaskan pendekatan personal menjadi kunci utama.
“Karena jumlah siswa kami belum terlalu besar dibanding sekolah raksasa, kami bisa memberikan perhatian lebih personal. Kami memiliki ekstrakurikuler jurnalistik yang aktif, di mana siswa dilatih langsung oleh guru bahasa Indonesia dan praktisi media lokal jika memungkinkan. Kami juga mendorong siswa untuk peka terhadap lingkungan sekitar mereka di Waimarama dan Sumba Barat Daya pada umumnya, karena jurnalisme yang baik lahir dari kepedulian.” Ungkapnya.
Prestasi ini juga dianggap sebagai tonggak baru bagi standar mutu sekolah.
“Untuk Sesilia, teruslah rendah hati dan haus akan ilmu. Gunakan platform ini untuk menyuarakan hal-hal positif tentang daerah kita. Untuk siswa lainnya, jadikan prestasi Sesilia sebagai bukti bahwa keterbatasan usia sekolah bukan hambatan untuk berprestasi. Selama ada kemauan, disiplin, dan dukungan, kita bisa bersaing di mana saja,” pesan Kepala Sekolah menutup wawancaranya.
Dengan raihan juara ini, SMAK Sta. Clara Waimarama telah mengirimkan pesan kuat kepada dunia pendidikan di Sumba Barat Daya, Usia bukanlah batasan untuk sebuah prestasi.
Langkah Sesilia Inna Mete kini menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah tersebut untuk terus berkarya dan berani bersaing.***
- Penulis: Maksi Tena
- Editor: Maksi Tena








Saat ini belum ada komentar