Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Uang Anggota Koperasi Daya Husada Dinkes SBD Mengalir ke Siapa? APH Harus Bongkar!

Uang Anggota Koperasi Daya Husada Dinkes SBD Mengalir ke Siapa? APH Harus Bongkar!

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Koperasi Daya Husada, atau apalah namanya, yang semestinya menjadi sandaran ekonomi para pegawai kesehatan, justru berubah menjadi simbol buram penyalahgunaan kuasa.

Di balik nama “koperasi,” tersimpan ironi yang sangat menyesakkan. Setoran rutin para pegawai, perawat, dan bidan, yang dipungut bertahun-tahun dengan dalih kebersamaan, diduga lenyap tanpa kejelasan. Keringat bawahan dikumpulkan, tetapi hak mereka seolah dihapus begitu saja.

Jika benar dana itu bukan digerogoti pengurus, melainkan dipinjam oleh oknum pimpinan dengan nilai besar lalu tak kunjung dikembalikan, maka persoalannya jauh lebih busuk dari sekadar salah kelola.

Ini adalah wajah telanjang penyalahgunaan jabatan, kekuasaan yang dipakai bukan untuk melindungi, melainkan menguras mereka yang berada di bawah tekanan sistem.

Pegawai kecil, perawat, dan bidan diposisikan seperti mesin setor. Mereka diwajibkan menabung, namun saat membutuhkan haknya, justru dibiarkan menggantung tanpa kepastian.

Tabungan belasan juta rupiah bukan angka kecil bagi para tenaga kesehatan daerah. Itu adalah biaya sekolah anak, kebutuhan rumah tangga, bahkan harapan masa depan keluarga.

Lebih menyakitkan lagi, penindasan semacam ini sering dibungkus rapi atas nama aturan, loyalitas, atau struktur birokrasi. Inilah bentuk pemerasan paling halus, dimana bawahan ditekan untuk patuh, sementara elite leluasa memanfaatkan dana bersama.

Koperasi seharusnya berdiri di atas asas gotong royong dan kepercayaan, bukan dijadikan ladang pinjaman gelap bagi pejabat. Ketika uang anggota dari dinas hingga puskesmas raib dan hak penabung terkatung-katung, maka yang hancur bukan hanya keuangan pribadi, tetapi juga martabat institusi.

Kasus seperti ini tak bisa diselesaikan dengan diam, alasan administratif, atau saling lempar tanggung jawab. Harus ada audit terbuka, penelusuran aliran dana, dan pertanggungjawaban hukum yang jelas.

Sebab jika benar bawahan dipaksa menyetor sementara uangnya dinikmati segelintir elite, maka ini bukan lagi sekadar kelalaian, ini adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat dan bentuk penindasan ekonomi yang kejam.

Kini masyarakat menunggu, di mana keberanian Aparat Penegak Hukum? Apakah dugaan lenyapnya dana para tenaga kesehatan ini akan dibiarkan terkubur seperti banyak kasus lain, atau sungguh-sungguh diusut hingga ke akar?

APH harus turun menelusuri aliran uang, memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, membuka dokumen pinjaman, dan memastikan tak ada jabatan yang menjadi tameng kebal hukum.

Sebab hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas hanya akan melahirkan kemarahan baru. Jika hak para penabung benar dirampas secara sistematis, maka penegakan hukum bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral untuk mengembalikan keadilan di Tanah Loda Wee Maringi Pada Wee Malala ini.***

  • Penulis: Johan Sogara
  • Editor: Lintas Sumba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pejuang Kerajaan Kodi dimasa Kolonial Belanda Tahun 1911-1913, Wona Kaka

    Pahlawan Sumba Wona Kaka: Legenda Keberanian dan Kebijaksanaan

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Di tengah hamparan alam yang memukau di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat kisah heroik tentang seorang pahlawan yang menjadi simbol keberanian dan kebijaksanaan, Pahlawan Wona Kaka. Melalui legenda dan tradisi lisan, cerita tentang Wona Kaka telah menjadi bagian penting dari warisan budaya Sumba, menginspirasi generasi-generasi selanjutnya untuk mempertahankan nilai-nilai luhur […]

  • Tim Voli Opsivo Polwan-Jakarta Bhayangkara Presisi dalam kompetisi Proliga 2024 (SSDM Polri/Lintas Sumba)

    Proliga 2024, Jakarta Bhayangkara Presisi Raih Gelar Juara usai Tumbangkan Lavani

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Tim voli Jakarta Bhayangkara Presisi memborong kemenangan dalam kompetisi bergengsi Proliga 2024, mengakhiri dominasi Jakarta Lavani Allo Bank Electric yang sebelumnya meraih gelar juara dua tahun berturut-turut. Dalam pertandingan final yang berlangsung seru, Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil mengalahkan Lavani dengan skor 3-1 (28-30, 25-22, 25-22, 25-23). CEO tim Jakarta Bhayangkara Presisi Irjen […]

  • Penindakan Lalu Lintas Bisa Dilakukan Kapan Saja Tanpa Batas Waktu, : Isu  Tilang Malam hari Tidak Sesuai Aturan, Wakil Kapolres SBD, itu pemahaman yang keliru

    Penindakan Lalu Lintas Bisa Dilakukan Kapan Saja Tanpa Batas Waktu, : Isu Tilang Malam hari Tidak Sesuai Aturan, Wakil Kapolres SBD, itu pemahaman yang keliru

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Kobus Tena
    • 0Komentar

    LINTASSUMBA.COM – Wakil Kapolres Sumba Barat Daya, Komisaris Polisi Marthin Ardjon, membantah isu yang menyebut penindakan tilang pada malam hari tidak sesuai aturan. Ia menegaskan, kepolisian memiliki kewenangan melakukan penegakan hukum selama 1×24 jam tanpa batas waktu. Menurutnya, anggapan bahwa tilang hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu adalah keliru. Polisi, kata dia, tetap menjalankan tugas […]

  • Prabowo dan Gibran Resmi Dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029

    Prabowo dan Gibran Resmi Dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029. Prabowo dan Gibran dilantik dalam Sidang Paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Minggu, 20 Oktober 2024. Pantauan lintassumba.com dari chanel YouTube Sekretariat Presiden, keduanya […]

  • Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang gelar upacara bendera peringati 80 tahun Indonesia merdeka (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    UNITRI Malang Gelar Upacara Bendera Peringati 80 Tahun Indonesia Merdeka

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menggelar upacara bendera memperingati 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Upacara ini berlangsung di halaman utama kampus, pada Minggu, 17 Agustus 2025. Giat tersebut diikuti ratusan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan universitas. Kepala Pusat Studi dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan UNITRI, Agustinus Ghunu, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan […]

  • Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, pantau langsung pembersihan dan penataan bekas pasar lama

    Tata Ulang Bekas Pasar Lama, Bupati Sumba Barat: Ini Langkah Strategis

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, melakukan pemantauan langsung proses pembersihan dan penataan bekas pasar lama. Giat itu dilaksanakan tepat di Pasar Lama Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 28 Februari 2024. Terlihat Pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan bersama para pekerja aktif melakukan pembersihan dan penataan ulang […]

expand_less