Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » 5 Catatan Penting Dugaan Korupsi Dana Bos 12 SD di Bawah Yayasan Tunas Timur

5 Catatan Penting Dugaan Korupsi Dana Bos 12 SD di Bawah Yayasan Tunas Timur

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Meskipun tidak ada larangan formal, praktik ini bisa memicu konflik kepentingan dan merusak kepercayaan publik terhadap integritas pengelolaan dana publik.

Keempat, fenomena lokasi sekolah yang berpindah-pindah tanpa alasan jelas atau tanpa mengikuti prosedur yang benar juga patut menjadi perhatian.

Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan manipulasi data untuk memenuhi syarat tertentu dalam pengajuan dana BOS. Ini menunjukkan adanya pelanggaran serius dalam manajemen sekolah yang seharusnya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Kelima, Kejaksaan Negeri Sumba Barat harus bertindak tegas dalam menangani kasus ini. Jika tidak, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi kasus-kasus serupa di masa depan.

Tanpa penanganan yang tegas dan transparan, kasus penggelembungan Dana BOS ini akan semakin memperburuk citra pengelolaan pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang sudah lama tertinggal seperti Sumba Barat Daya.

Sedangkan, berdasarkan data yang diterima, ada 3.211 siswa yang dikeluarkan dengan alasan yang tidak jelas. Data riil menunjukkan bahwa hanya 418 siswa yang lulus sejak tahun 2021, menjadikan total siswa yang terdaftar dan mendapatkan Dana BOS mencapai 3.629 siswa.

Dengan alokasi Dana BOS sebesar Rp950.000 per siswa per tahun, total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp12 miliar akibat penggelembungan jumlah siswa ini.

Sekolah-sekolah yang terlibat dalam dugaan penggelembungan ini tersebar di berbagai kecamatan, seperti SD Angsol di Kecamatan Kodi Utara, SD Kareka Ndara di Wewewa Timur, SD Perjuangan di Wewewa Barat, SD Solid di Wewewa Tengah, SD Wai Makaha di Wewewa Selatan, SD Wailangira di Kodi Blaghar, SD Wali Ate di Wewewa Barat Daya, SD Wee Ritta di Kodi Utara, SD Welli Wano di Wewewa Tengah, SD WEE Wittu di Wewewa Barat, SD PUU Kaza di Kodi Utara dan SD Laikaraga di Wewewa Utara.***

Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Training Of Trainers (TOT) Literasi dan Inklusi Keuangan bagi perangkat desa se-Daratan Sumba (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Buka TOT untuk Perangkat Desa se-Sumba, Bupati SBD: Bukan Pelatihan Biasa!

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, secara resmi membuka kegiatan Training Of Trainers (TOT) Literasi dan Inklusi Keuangan bagi perangkat desa se-Daratan Sumba. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas aparat desa. Acara tersebut tepatnya berlangsung di Ella Hotel, Desa Radamata, Kecamatan […]

  • Calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi Golkar, Melki Laka Lena (@Melki Laka Lena/Facebook/Lintas Sumba)

    Hadapi Pilkada 2024, Melki Laka Lena Ajak Masyarakat NTT Hindari Tiga Hal Ini

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    Melki mengakhiri unggahannya dengan menyemangati masyarakat untuk terus bekerja dan membangun NTT. “Selamat Pagi dan Selamat Beraktiftas. Salam Sehat. Ayo Bangun NTT,” pungkasnya.*** Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.

  • Calon Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Dr. Soleman Lende Dappa (SLD) yang maju lewat jalur independen (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Masyarakat Serius Dukung SLD Lewat Jalur Independen

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dalam persiapan menjelang Pilkada 2024, Sumba Barat Daya (SBD) memiliki seorang kandidat yang menarik perhatian publik, yaitu Dr. Soleman Lende Dappa (SLD). SLD adalah sosok yang patut diperhitungkan dalam Pilkada 2024 sebagai Calon Bupati SBD. Bagaimana tidak, sebagai seorang yang memiliki visi yang kuat untuk membawa perubahan positif bagi daerah, SLD menunjukkan […]

  • Jane Natalia Suryanto, Calon Wakil Gubernur NTT Periode 2024-2029 (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Jane Natalia Suryanto: Kolaborasi Perempuan Kunci Membangun NTT Lebih Baik

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    Jane meyakini bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam pembangunan, dan kerja sama antarperempuan dapat menciptakan perubahan yang nyata bagi masyarakat. Gerakan ini berupaya mendorong perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai sektor, termasuk pengambilan keputusan. Jane juga memiliki program konkret untuk memperluas akses pendidikan dan kesehatan bagi perempuan. “Jangan pernah meremehkan kemampuan kita. Kerja keras dan […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Rapat Bamus DPRD Sumba Barat Daya (SBD) dan Pemerintah SBD, pada Selasa, 2 Sepetember 2025 (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Krisis Pasir Laut Disorot DPRD SBD, Bupati: Kalau Bisa Masyarakat Bersabar Sedikit!

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    Bupati menilai solusi jangka pendek ialah diskresi gubernur. Pasalnya, kewenangan bupati terbatas sehingga izin pengambilan pasir harus menunggu provinsi. Pemerintah daerah juga menyiapkan opsi jangka panjang melalui kerja sama dengan pihak swasta. Menurut bupati, perusahaan yang digandeng ini siap menyediakan pasokan sekaligus membangun Dermaga Jeti untuk kapal tambang pasir antar pulau. “Kalau bisa masyarakat bersabar […]

expand_less