Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mendagri: Tekan Inflasi, Manfaatkan Musim Hujan!

Mendagri: Tekan Inflasi, Manfaatkan Musim Hujan!

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 9 Jan 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Pemerintah Daerah mengimbau agar memanfaatkan musim hujan untuk mendorong gerakan menanam guna menekan inflasi.

Menanam pada saat musim hujan adalah opsi yang dapat diambil untuk menghadapi peningkatan harga makanan yang signifikan.

Menurut laporan yang dikutip dari KoranTimor pada Jumat, 05 Januari 2024, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengungkapkan hal tersebut.

Dalam menghadapi lonjakan dan kenaikan harga pangan, seperti Cabai dan bawang merah, salah satu solusinya, menurut Tito, yaitu dengan melaksanakan gerakan menanam pada musim hujan.

“Jadi Sudah Mulai Menentukan Membuat Program Cepat Tanam Di Daerah Masing-Masing Sesuai Dengan Komoditas Yang Cocok Di Daerah Itu,” katanya.

Dia menjelaskan, bahwa kolaborasi antara Kemendagri dan Kementerian PUPR dilakukan untuk memastikan dukungan irigasi dalam Gerakan menanam di musim hujan.

“Sudah saya jelaskan cara agar dapat memberikan bantuan keuangan dari daerah yang memiliki kelebihan anggaran,” jelas Tito.

Menurutnya, subsidi transportasi menggunakan surplus dari Daerah dalam hal produk-produk seperti bawang merah dan cabai merah dapat memberikan bantuan kepada daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan cabai dan bawang merah.

” ini mohon bantuan dari Bapenas juga,” ujar Mendagri.

Mendagri juga menegaskan, untuk mencapai pengendalian inflasi, diperlukan pemanfaatan untuk mempercepat aktivitas penanaman.

“Semisal untuk membantu subsidi transportasi pangan dari daerah surplus ke daerah yang minus,” tukasnya.

Dirinya berharap, Pemda dibantu pihak kejaksaan untuk mengawal langkah tersebut, termasuk mengawal ketika ada pelanggaran hukum sampai penimbunan barang.

“Ada anggaran untuk Dinas Perdagangan untuk stabilisasi harga. Selain itu, Dinas Pertanian, Perkebunan, untuk masalah percepatan tanam dan lain-lain,”tandasnya.***

Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh! Kades Walla Ndimu Diduga Selewengkan Dana Desa, Ini Tanggapan Camat 9:19 Play Button

    Heboh! Kades Walla Ndimu Diduga Selewengkan Dana Desa, Ini Tanggapan Camat

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Tim Gabungan DPRD, Inspektorat, Dinas PMD Sumba Barat Daya (SBD), dan pihak kecamatan menyambangi Desa Walla Ndimu, pada Selasa, 25 Maret 2025. Kunjungan ini bertujuan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan dana desa oleh Kepala Desa, Yakobus Dendo Ngara alias Jebel. Sejumlah aduan yang disampaikan warga kepada Bupati dan DPRD SBD mencakup […]

  • Rendang Bebek

    Resep Rendang Bebek: Kuliner Khas Indonesia yang Menggoda Selera

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Rendang, merupakan salah satu kuliner Indonesia yang telah mendunia dengan kelezatannya. Namun, tahukah anda bahwa rendang tidak hanya diperuntukkan bagi daging sapi atau ayam? Di sini, kami akan memperkenalkan kepada anda sebuah varian rendang yang tidak kalah lezat, yaitu rendang bebek. Rendang yang satu ini memiliki cita rasa yang khas dan tentunya […]

  • Pj. Bupati SBD, Yohanis Oktovianus (Johan Sogara/Lintas Sumba) 1:35 Play Button

    Tanggapan Pj Bupati Sumba Barat Daya soal Praktik Pungli yang Diduga Dilakukan oleh Kadis PMD

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dugaan pemerasan yang melibatkan seorang oknum Kepala Dinas (Kadis) terhadap kepala desa yang terjerat kasus korupsi kembali menjadi sorotan setelah munculnya temuan baru. Menanggapi hal ini, Penjabat (Pj) Bupati Sumba Barat Daya, Ir. Yohanes Oktovianus, menyatakan bahwa persoalan tersebut dikembalikan kepada oknum yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi.***

  • Reka Ulang kasus penyerangan berujung maut di Kodi Utara (Humas Polres SBD/Lintas Sumba)

    Polres SBD Gelar Reka Ulang Penyerangan Berujung Maut di Kodi Utara, 11 Adegan Ditampilkan

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Polisi menggelar reka ulang adegan kasus penyerangan dan pembunuhan yang terjadi di Kampung Ndore, Desa Limbu Kembe, Kecamatan Kodi Utara pada 20 Juli 2024. Peristiwa yang sempat menggemparkan masyarakat ini telah menewaskan Ruben Rangga Mone (62). Tragedi ini menyita perhatian publik setelah terungkapnya pelaku berinisial HR bersama sejumlah pelaku lainnya yang diduga […]

  • Calon Wakil Presiden Pasangan Calon Nomor Urut 2 Mahfud MD

    Hak Angket Usulan Ganjar, Mahfud MD: Itu Urusan Partai!

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Mahfud Md, Calon Wakil Presiden (Cawapres) Republik Indonesia (RI) nomor urut 3, menolak untuk memberikan tanggapan mengenai hak angket yang diajukan oleh pasangannya, Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo. Tentu saja ini berkaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum 2024. Mahfud megatakan, isu hak angket bukanlah urusan kandidat pasangan, melainkan ranah dari partai politik. “Saya ndak tahu […]

  • Gambar Ilustrasi: Kedua anak perempuan asal Loura, NTT kini bernafas lega karena telah keluar dari rumah majikan di Jakarta (Ming Ghoghi/Lintas Sumba)

    Dua Pekerja Asal Loura Akhirnya Keluar dari Rumah Majikan di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Ming Ghoghi
    • 0Komentar

    Lintassumba – Dua pekerja asal Desa Bondo Boghila, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berhasil keluar dari rumah majikan mereka di Jakarta. Keduanya, Uly dan Andra, kini dalam kondisi aman. Sebelumnya, mereka mengaku tak diizinkan pulang oleh majikan, serta KTP dan upah mereka ditahan selama berbulan-bulan. Keduanya keluar dari […]

expand_less