Ratu Wulla Talu Datangi Kampung Penggagas Pemekaran Sumba Barat Daya
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Wulla Talu didampingi Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya terpilih Lukas Camma diantar dengan tarian memasuki tempat giat (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Ratu Wulla Talu, anggota Komisi IX DPR RI, menghadiri Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Kampung Marewet, Desa Weri Lolo, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Acara tersebut diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dilaksanakan di kampung halaman penggagas pemekaran Kabupaten SBD, mendiang Drs. Lukas Dairo Bili.
Kedatangan Ratu Wulla Talu beserta rombongannya disambut dengan tarian adat dan kain merah panjang yang digelar bak karpet singgasana.
Sebelum memulai kegiatan, Ratu Wulla Talu juga menyempatkan diri untuk menyapa dan menyimpan sirih pinang di kediaman alm. Drs. Lukas Dairo Bili sebagai simbol penghormatan.
Dalam sambutannya, Ratu Wulla Talu menegaskan komitmennya untuk terus bersama-sama membangun Sumba Barat Daya.
“Sampai hari ini kita menikmati hasil perjuangan dari bapak Lukas Dairo Bili. Semangat beliau harus tetap ada di kita masyarakat Sumba Barat Daya, khususnya untuk Wewewa Selatan, Kamping Marewet,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperang melawan stunting, yang dalam bahasa Daerah Sumba disebut sebagai Ndaiki Pakode Tana Maghailo Wanno, yang berarti Kehilangan Generasi Penerus.
Menurut Ratu Wulla Talu, stunting dapat mengancam masa depan generasi emas, dan oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk lebih memahami dan mengatasi masalah ini.
“Saya hadir sebagai kapasitas saya sebagai anggota DPR RI bersama mitra dari BKKBN,” tuturnya.
- Penulis: Johan Sogara








Saat ini belum ada komentar