Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Di Balik Meriahnya Pesta Adat, Ada Mimpi Anak yang Tertunda

Di Balik Meriahnya Pesta Adat, Ada Mimpi Anak yang Tertunda

  • account_circle Yakobus Lero bulu
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTASSUMBA.COM – Suara tambur dan gong menggema. Tenda-tenda berdiri. Tamu berdatangan. Hewan ternak disembelih. Bagi masyarakat Sumba, suasana seperti ini merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Tradisi adalah identitas. Ia mengandung penghormatan kepada leluhur, mempererat hubungan kekeluargaan, dan menjadi simbol kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, tradisi patut dijaga dan dilestarikan.

Namun, persoalan muncul ketika tradisi bergeser dari makna aslinya. Yang semula menjadi ruang kebersamaan perlahan berubah menjadi arena gengsi sosial. Ukuran keberhasilan sebuah acara adat tidak lagi dilihat dari nilai kekeluargaan yang dibangun, melainkan dari banyaknya hewan yang dipotong, besarnya biaya yang dikeluarkan, atau ramainya tamu yang hadir.

Di sinilah tradisi mulai kehilangan ruhnya.

Tidak sedikit keluarga yang rela menjual ternak, menggadaikan tanah, bahkan berutang demi menyelenggarakan pesta adat yang dianggap pantas di mata masyarakat. Yang lebih memprihatinkan, biaya pendidikan anak sering kali ikut terseret menjadi korban.

Setelah pesta usai dan para tamu pulang, keluarga harus menghadapi kenyataan yang berbeda. Utang menumpuk, ekonomi melemah, dan anak-anak terancam kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Pertanyaannya sederhana: apakah menjaga gengsi lebih penting daripada menjaga masa depan anak?

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan sebuah keluarga. Sementara pesta adat, semegah apa pun, hanya berlangsung beberapa hari. Jika dana pendidikan habis demi sebuah perayaan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar uang, melainkan masa depan generasi berikutnya.

Masalahnya bukan pada tradisi. Yang perlu dikritisi adalah cara sebagian masyarakat memaknainya. Tradisi leluhur tidak pernah mengajarkan kesombongan. Nilai utama yang diwariskan adalah kebersamaan, saling membantu, dan saling menghormati.

Karena itu, menghormati adat tidak harus identik dengan kemewahan. Martabat sebuah keluarga tidak diukur dari jumlah hewan yang disembelih atau besarnya biaya yang dihabiskan. Martabat sejati terlihat dari kemampuan keluarga menyiapkan masa depan anak-anaknya.

Di balik kemeriahan pesta adat, sering kali ada cerita yang tidak terdengar. Ada anak yang menunda kuliah karena biaya tidak tersedia. Ada keluarga yang bertahun-tahun membayar utang. Ada mimpi yang perlahan padam karena kalah oleh tuntutan untuk terlihat terhormat.

Padahal, anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan mengangkat martabat keluarganya merupakan bentuk penghormatan paling nyata kepada leluhur. Sebab generasi yang terdidik adalah mereka yang kelak akan menjaga dan melanjutkan tradisi itu sendiri.

Pada akhirnya, tambur dan gong akan berhenti berbunyi. Tenda-tenda akan dibongkar. Para tamu akan pulang. Namun dampak dari keputusan yang diambil hari ini bisa menentukan masa depan seorang anak seumur hidup.

Tradisi harus tetap hidup. Tetapi jangan sampai tradisi dijalankan dengan cara yang justru mematikan harapan generasi penerus. Sebab adat yang kuat bukanlah adat yang mengorbankan masa depan anak, melainkan adat yang memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh, belajar, dan melanjutkan warisan leluhur dengan lebih baik.***

  • Penulis: Yakobus Lero bulu
  • Editor: Kobus Tena

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Caleg DPRD Provinsi NTT Dapil 3 Meltripaul Emanuel Rongga, saat melaporkan dugaan kecurangan ini di Bawaslu SBD, pada Jumat, 01 Maret 2024 (Lodo Kendu/Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Rekapan Data Hasil PPK Diduga Tak Akurat, Caleg DPRD Provinsi NTT 3 Ini Lapor ke Bawaslu SBD

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    LINTAS SUMBA – Sejumlah partai politik peserta pemilu 2024 terus melakukan pemantauan terhadap rekapan data hasil pemungutan suara, sejak Rabu, 14 Februari 2024 lalu. Hingga saat ini, muncul banyak dugaan kecurangan yang terjadi di sejumlah desa. Seperti yang terjadi di Desa Milla Ate, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

  • Ketua Bappilu PDI Perjuangan SBD Anus Kette bersama Pengurus saat ditemui awak media terkait pendaftaran SLD sebagai calon Bupati SBD

    SLD akan Mendaftar sebagai Calon Bupati Sumba Barat Daya di PDI Perjuangan

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Ketua Umum (Ketum) Yayasan Tunas Timur (Yatutim) Dr. Soleman Lende Dappa (SLD) akan mendaftarkan diri sebagai calon bupati ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Keputusan ini menandai perubahan strategis bagi SLD, yang awalnya berencana untuk maju sebagai calon bupati Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lewat jalur independen. Berdasarkan […]

  • Bukit Tanarara, Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, NTT (@Hendra Umbu Wawang/Facebook/Lintas Sumba)

    Keindahan Bukit Tanarara: Lukisan Alam di Sumba Timur

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bukit Tanarara adalah salah satu objek wisata alam yang memukau di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terkenal dengan hamparan bukit hijau bergelombang yang membentang luas, tempat ini menawarkan pemandangan eksotis yang membuat siapa saja terpesona. Keindahannya sering disamakan dengan lanskap di Selandia Baru, menjadikannya destinasi favorit bagi pencinta alam dan […]

  • Jangan Sepelekan, Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting!

    Jangan Sepelekan, Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting!

    • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 2Komentar

    LINTAS SUMBA – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah jenis pendidikan yang diberikan kepada anak-anak mulai dari lahir hingga usia 5 tahun. Tentu saja tujuannya untuk memaksimalkan kemampuan anak dan menyiapkan mereka untuk memasuki sekolah dasar. “Usia emas anak 1 sampai 5 tahun. Semua anak punya hak mendapatkan pendidikan sejak dini,” ungkap Fransiskus Ghunu Bili, […]

  • SSDM Polri Raih Penghargaan Pelayanan Prima Ala PEKPPP Nasional

    SSDM Polri Raih Penghargaan Pelayanan Prima Ala PEKPPP Nasional

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) telah memberikan penghargaan kepada Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) dalam kategori Pelayanan Prima. Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi kinerja dalam Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) Nasional pada tahun 2023. Layanan yang dimaksud adalah assesment center SSDM Polri. Hal […]

  • Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Jane Natalia Suryanto, saat menari tarian adat sumba bersama mama-mama di Sumba Barat (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Jane Natalia Suryanto Tekankan Peran Perempuan dalam Pembangunan Ekonomi NTT

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Jane Natalia Suryanto, calon Wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Ansy Lema dalam Pilgub 2024, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, terutama di sektor pertanian. Dalam beberapa kesempatan kampanye, Jane menekankan bahwa perempuan di NTT memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektor-sektor vital seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Ia mengungkapkan […]

expand_less