Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Di Balik Meriahnya Pesta Adat, Ada Mimpi Anak yang Tertunda

Di Balik Meriahnya Pesta Adat, Ada Mimpi Anak yang Tertunda

  • account_circle Yakobus Lero bulu
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTASSUMBA.COM – Suara tambur dan gong menggema. Tenda-tenda berdiri. Tamu berdatangan. Hewan ternak disembelih. Bagi masyarakat Sumba, suasana seperti ini merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Tradisi adalah identitas. Ia mengandung penghormatan kepada leluhur, mempererat hubungan kekeluargaan, dan menjadi simbol kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, tradisi patut dijaga dan dilestarikan.

Namun, persoalan muncul ketika tradisi bergeser dari makna aslinya. Yang semula menjadi ruang kebersamaan perlahan berubah menjadi arena gengsi sosial. Ukuran keberhasilan sebuah acara adat tidak lagi dilihat dari nilai kekeluargaan yang dibangun, melainkan dari banyaknya hewan yang dipotong, besarnya biaya yang dikeluarkan, atau ramainya tamu yang hadir.

Di sinilah tradisi mulai kehilangan ruhnya.

Tidak sedikit keluarga yang rela menjual ternak, menggadaikan tanah, bahkan berutang demi menyelenggarakan pesta adat yang dianggap pantas di mata masyarakat. Yang lebih memprihatinkan, biaya pendidikan anak sering kali ikut terseret menjadi korban.

Setelah pesta usai dan para tamu pulang, keluarga harus menghadapi kenyataan yang berbeda. Utang menumpuk, ekonomi melemah, dan anak-anak terancam kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Pertanyaannya sederhana: apakah menjaga gengsi lebih penting daripada menjaga masa depan anak?

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan sebuah keluarga. Sementara pesta adat, semegah apa pun, hanya berlangsung beberapa hari. Jika dana pendidikan habis demi sebuah perayaan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar uang, melainkan masa depan generasi berikutnya.

Masalahnya bukan pada tradisi. Yang perlu dikritisi adalah cara sebagian masyarakat memaknainya. Tradisi leluhur tidak pernah mengajarkan kesombongan. Nilai utama yang diwariskan adalah kebersamaan, saling membantu, dan saling menghormati.

Karena itu, menghormati adat tidak harus identik dengan kemewahan. Martabat sebuah keluarga tidak diukur dari jumlah hewan yang disembelih atau besarnya biaya yang dihabiskan. Martabat sejati terlihat dari kemampuan keluarga menyiapkan masa depan anak-anaknya.

Di balik kemeriahan pesta adat, sering kali ada cerita yang tidak terdengar. Ada anak yang menunda kuliah karena biaya tidak tersedia. Ada keluarga yang bertahun-tahun membayar utang. Ada mimpi yang perlahan padam karena kalah oleh tuntutan untuk terlihat terhormat.

Padahal, anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan mengangkat martabat keluarganya merupakan bentuk penghormatan paling nyata kepada leluhur. Sebab generasi yang terdidik adalah mereka yang kelak akan menjaga dan melanjutkan tradisi itu sendiri.

Pada akhirnya, tambur dan gong akan berhenti berbunyi. Tenda-tenda akan dibongkar. Para tamu akan pulang. Namun dampak dari keputusan yang diambil hari ini bisa menentukan masa depan seorang anak seumur hidup.

Tradisi harus tetap hidup. Tetapi jangan sampai tradisi dijalankan dengan cara yang justru mematikan harapan generasi penerus. Sebab adat yang kuat bukanlah adat yang mengorbankan masa depan anak, melainkan adat yang memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh, belajar, dan melanjutkan warisan leluhur dengan lebih baik.***

  • Penulis: Yakobus Lero bulu
  • Editor: Kobus Tena

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penertiban, Pedagang, Satpol PP, Waikabubak, Sumba Barat, Tuai Kritik Tajam, Warganet

    Penertiban Pedagang oleh Satpol PP di Waikabubak, Sumba Barat Tuai Kritik Tajam Warganet

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas Sumba – Tindakan penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap pedagang di bahu jalan Pasar Lama Waikabubak, Kelurahan Wailiang, Kota Waikabubak, pada Rabu (1/4/2026), menuai kritik tajam dari warganet di media sosial. Sorotan publik muncul setelah akun Facebook @jemy lalo mengunggah potongan video yang memperlihatkan petugas Satpol PP saat mengamankan […]

  • UNMARIS, Food Court, Launching, Tambolaka, Culinary Center, Wujud Kolaborasi, Kampus, Pemda SBD

    UNMARIS Food Court Meriahkan Launching Tambolaka Culinary Center, Wujud Kolaborasi Kampus dan Pemda SBD

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas Sumba – Dalam rangka mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa sekaligus memeriahkan peluncuran Tambolaka Culinary Center (TCC), Universitas Stella Maris Sumba (UNMARIS) turut berpartisipasi pada kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Kota Tambolaka, Jumat (20/02/2026). Keikutsertaan UNMARIS dalam ajang ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya dalam mendorong ekonomi kreatif […]

  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden/Lintas Sumba)

    Sri Mulyani Kembali Jadi Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan susunan menteri dalam Kabinet Merah Putih. Dalam pengumuman tersebut, Sri Mulyani Indrawati kembali ditunjuk sebagai Menteri Keuangan. “Dr. Sri Mulyani SE, MSc, Menteri Keuangan,” ungkap Presiden Prabowo, di Istana Negara, Jakarta, pada Minggu, 20 Oktober 2024. Sri Mulyani bukanlah sosok baru di posisi tersebut. Ia pertama kali […]

  • LGBT, LGBTQ, Pernikahan Sesama Jenis di Thailand

    Masyarakat Thailand dan Kehidupan LGBTQ, Sesama Jenis Boleh Menikah?

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Thailand telah lama dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya yang terbuka terhadap keberagaman gender dan seksual. Di tengah arus global menuju kesetaraan LGBTQ+ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer, dan lainnya), negara ini memegang peran penting dalam memberikan ruang dan dukungan bagi individu-individu dari komunitas tersebut, termasuk dalam institusi pernikahan sesama jenis. […]

  • Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur, Ansy Lema, saat bertemu salah satu kelompok tani dan ikut membuat pestisida nabati (@ansi.lema/Instagram/Lintas Sumba)

    Ansy Lema Targetkan Kemajuan NTT Lewat Program Nyata untuk Nelayan, Tani dan Ternak

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Yohanis Fransiskus Lema, yang akrab disapa Kaka Ansy, telah menetapkan “Nelayan, Tani, dan Ternak” sebagai pilar utama dalam perjuangannya membangun Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai calon Gubernur NTT untuk periode 2024, Ansy menegaskan bahwa sektor-sektor fundamental ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata selama masa jabatannya sebagai wakil […]

  • Tips Membuat Blogspot Pribadi

    Panduan Lengkap: Cara Membuat Blogspot Pribadi

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dalam era digital saat ini, memiliki blogspot pribadi adalah cara yang fantastis untuk berbagi pikiran, pengalaman, atau bahkan membangun merek pribadi. Salah satu platform yang populer untuk membuat blog adalah Blogspot, yang dikelola oleh Google. Dengan menggunakan Blogspot, Anda dapat membuat blog pribadi Anda sendiri dengan mudah dan cepat. Berikut adalah panduan […]

expand_less