Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jelang Pasola Wainyapu, Warga Kodi Balaghar Gotong Royong Rabat Tanjakan Waiha

Jelang Pasola Wainyapu, Warga Kodi Balaghar Gotong Royong Rabat Tanjakan Waiha

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Warga Kecamatan Kodi Balaghar gotong royong memperbaiki akses jalan menuju lokasi Pasola Wainyapu.

Perbaikan difokuskan pada tanjakan Waiha, jalur lintas provinsi yang kerap menyulitkan kendaraan saat melintas.

Puluhan warga terlihat terlibat dalam pekerjaan rabat beton di tanjakan tersebut.

Material semen digunakan untuk memperkuat badan jalan yang selama ini rusak dan licin.

Perbaikan jalan tersebut dikerjakan sejak awal pekan, melibatkan Camat Kodi Balaghar, Legislator setempat, para kepala desa, Unsur TNI-Polri, Tokoh Agama, serta masyarakat dari sejumlah desa di wilayah tersebut.

Kepala Desa Waiha, Andreas Pati Mone, mengatakan pekerjaan rabat jalan telah berlangsung selama tiga hari secara bertahap.

Camat Kodi Balaghar, Adi Mada (tengah), bersama Unsur TNI-Polri, Tokoh Masyarakat dan Pastor Paroki Waikambala, Rm. Marsianus Jou, Pr., hadir dan ikut terlibat dalam pekerjaan rabat beton di tanjakan Waiha (Johan Sogara/Lintas Sumba)

Camat Kodi Balaghar, Adi Mada (tengah), bersama Unsur TNI-Polri, Tokoh Masyarakat dan Pastor Paroki Waikambala, Rm. Marsianus Jou, Pr. (kanan), hadir dan ikut terlibat dalam pekerjaan rabat beton di tanjakan Waiha (Johan Sogara/Lintas Sumba)

“Sudah mulai sejak Selasa, 3 Maret 2026. Kami kerjakan bersama masyarakat,” kata Andreas saat ditemui Lintassumba.com di lokasi rabat jalan, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Warga dari berbagai desa di Kecamatan Kodi Balaghar, kata Kades, secara sukarela turun tangan membantu pekerjaan rabat jalan di tanjakan Waiha.

Sementara itu, Camat Kodi Balaghar, Adi Mada, menjelaskan bahwa seluruh biaya pekerjaan berasal dari swadaya masyarakat dan dukungan sejumlah pengusaha.

“Ini merupakan swadaya masyarakat dan beberapa pengusaha di Kodi Balaghar. Ada juga dukungan dari pengusaha di kecamatan tetangga,” ujarnya.

Ia menyebut semangat kebersamaan warga dalam memperbaiki jalan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan bersama.

  • Penulis: Johan Sogara
  • Editor: Lintas Sumba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD) dr. Kornelius Kodi Mete (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Virus ASF Merajalela di SBD, Bupati: Ketemu Harga Miring, Tangkap dan Bakar!

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD) dr. Kornelius Kodi Mete, menanggapi dengan serius wabah African Swine Fever (ASF) yang saat ini sedang merajalela dan mengancam ternak babi. Dalam pernyataannya, Bupati SBD menegaskan bahwa ASF merupakan tantangan serius bagi peternak babi di SBD. “ASF ini penyakit yang susah kita selesaikan,” ungkap dr. Kornelius, saat […]

  • Gambar Ilustrasi. Jenis bahan pangan beras (Congerdesign/Pixabay/Lintas Sumba)

    Harga Pangan Terbaru: Cabai dan Telur Naik Drastis, Beras Bikin Khawatir

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mencatat lonjakan harga signifikan pada sejumlah komoditas pangan di pasar eceran. Data terbaru yang dilansir lintassumba.com pada 23 Juli 2024 menunjukkan kenaikan harga beras, bawang, daging sapi, telur ayam, dan cabai, menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen. Menurut Panel Harga Bapanas, harga beras premium naik sebesar 2,58 persen […]

  • Belis, Budaya, Perempuan, Sumba, Realitas

    Belis Budaya Perempuan Sumba dan Realitas Lainnya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    Lintas sumba – Budaya belis yang berlangsung di Sumba adalah budaya dimana laki-laki harus memberikan sejumlah ekor hewan dan parang kepada keluarga dari perempuan. Sebagai tanggapan dari keluarga perempuan, mereka pun menyediakan kain sesuai dengan kebutuhan selama proses pernikahan adat berlangsung. Setelah laki-laki membereskan semua urusan pembelisan barulah perempuan itu menjadi miliknya.  Konsekuensi lebih lanjutnya […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla, menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian integral dari masyarakat yang memiliki hak, potensi, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Bupati SBD Tegaskan Hak dan Kesempatan yang Setara bagi Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, membuka Diskusi Stakeholder dan Jejaring Inklusi Disabilitas. Kegiatan yang dirangkaikan dengan pameran produk difabel tersebut berlangsung di Rumah Budaya Sumba, Kalembu Nga’a Bangga, Weetebula, Kecamatan Kota Tambolaka, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Forum itu mempertemukan pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, sektor pendidikan, organisasi […]

  • SMAK Santa Clara Waimarama saat ini telah mengalami peningkatan status akreditasi dari sebelumnya C menjadi B (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Siswa SMAK Santa Clara Waimarama Apresiasi Metode Mengajar Guru

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Siswa-siswi SMAK Santa (Sta) Clara Waimarama sangat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Hal tersebut dipengaruhi oleh metode mengajar guru yang dinilai sederhana dan mudah dipahami. Salah satu siswi Kelas IX IPA, Gisela, mengatakan bahwa penjelasan materi akan lebih mudah diserap ketika guru menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Kalau […]

  • Diduga Melanggar Hak Paten, Google Dituntut Ganti Rugi Sekitar Rp30 triliun

    Diduga Melanggar Hak Paten, Google Dituntut Ganti Rugi Sekitar Rp30 triliun

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pihak Google membantah klaim seorang ahli komputer tentang pelanggaran hak paten. Google dituntut harus membayar sekitar Rp30 triliun atau 1,67 miliar dolar AS saat sidang di hadapan juri federal di Boston, Amerika Serikat, pada Selasa, 09 Januari 2024. Diketahui, tuntutan tersebut dilayangkan karena diduga melanggar hak paten yang mencakup penggunaan prosesor untuk […]

expand_less