Banyak Program Menyentuh Rakyat, Ini Rincian Belanja APBD SBD 2025
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengusulkan sejumlah perubahan penting dalam APBD Tahun Anggaran 2025.
Perubahan ini disampaikan oleh Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla dalam rapat paripurna ke-10 DPRD SBD, pada Rabu, 16 Juli 2025.
Sejumlah program prioritas pun menjadi sorotan, mulai dari sektor energi, pertanian, peternakan, hingga pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Pembiayaan belanja program prioritas sesuai visi dan misi bupati dan wakil bupati yang direncanakan dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut dapat dirincikan sebagai berikut:
1. Penyediaan tambahan bantuan meteran listrik sebanyak 702 unit, yang telah dianggarkan di APBD induk Tahun Anggaran 2025 sebanyak 859 unit, maka total bantuan meteran listrik yang disediakan sampai dengan Rancangan Perubahan APBD ini sebanyak 1.561 Unit. Bantuan ini, gratis diberikan kepada masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan penerangan dan energi listrik sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi Kabupaten Sumba Barat Daya.
2. Penyediaan bibit unggas berupa ayam petelur sebanyak 1.500 ekor dan ternak kecil dibidang peternakan, pakan ternak dan sarana yang diperlukan untuk membangkitkan semangat pemberdayaan dibidang peternakan.
3. Salah satu berita yang menggembirakan untuk peternak kita adalah telah ditemukannya vaksin ASF (African Swine Fever) untuk mencegah penyakit ASF pada ternak babi yang selama ini menjadi keluhan peternak babi dan masyarakat pada umumnya. Pada Rancangan Perubahan APBD ini pemerintah menganggarkan sebanyak 2000 dosis.
4. Kolaborasi bidang pertanian dan UMKM berupa penguatan beberapa kelompok dampingan yang telah memiliki peralatan yang memadai, luas lahan dan produksi hasil pertanian yang saling menopang yang disiapkan dan difasilitasi agar mampu memasuki dunia agro industri yang sejalan dengan program pemerintah provinsi berupa One Village One Product. Di tahun berjalan ini, pemerintah sedang mendorong tiga kelompok UMKM agar mampu memproduksi saus tomat, dan beberapa kelompok tani disekitarnya didorong sebagai kelompok penyokong produksi bahan baku yang dibutuhkan. Disamping itu, tiga kelompok ini juga mendapat pelatihan cara mengolah, memproduksi, packaging dan pemasaran produk.
5. Pengadaan tambahan alat dan mesin pertanian/alsintan tetap menjadi prioritas pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam pengolahan lahan pertanian berupa hand tractor sebanyak 30 unit. Yang telah dianggarkan di APBD induk Tahun Anggaran 2025 sebanyak 36 unit, sehingga total hand tractor yang direncanakan untuk dibagikan gratis kepada masyarakat sebanyak 66 unit, Perontok padi di APBD induk Tahun Anggaran 2025 telah dianggarkan 21 unit dan direncanakan penambahan sebanyak 2 unit sehingga total perontok padi yang disiapkan untuk para petani sebanyak 23 unit. Giling padi dianggarkan 7 unit, giling jagung 46 unit, Hand sprayer sebanyak 245 unit dianggarkan di APBD induk Tahun Anggaran 2025 dan tidak ada perubahan. Herbisida cair dianggarkan sebanyak 1146 liter. Pestisida sebanyak 500 liter, insektisida sebanyak 1.000 botol dianggarkan di Rancangan Perubahan APBD 2025.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar