Ditikam Brutal dan Diisukan Persulit Dana BOS, Keluarga Angkat Bicara dan Ungkap Kondisi Terkini Korban
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ben Dalupe, Keluarga Aloysius Lede Bora, korban penyerangan brutal di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Barat Daya (SBD), saat Konferensi Pers, pada Selasa, 17 Juni 2025 siang (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Insiden penikaman mengguncang Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Sumba Barat Daya (SBD), pada Senin, 16 Juni 2025 siang.
Seorang pegawai, Aloysius Lede Bora (46), menjadi korban penyerangan brutal di ruang kerjanya sekitar pukul 13.00 WITA.
Korban yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kurikulum Bidang SD ditikam dua kali oleh Emanuel Karsianto Sukardana (25), operator SD Katolik Ilhaloko, Kecamatan Kodi Utara.
Pelaku disebut datang pagi harinya untuk mengurus pencairan dana BOS, namun diminta melengkapi sejumlah dokumen.
Tanpa disangka, ia kembali beberapa jam kemudian membawa pisau dan langsung menyerang Aloysius yang sedang duduk bersama rekannya, Manase Umbu Rato.
Pelaku menikam korban di bahu dan perut sebelum diamankan petugas dan rekan kerja di kantor.
Korban langsung dilarikan ke RSUD Reda Bolo dan menjalani operasi besar akibat luka serius pada usus.
Pihak penyidik menyebut, motif berdasarkan pengakuan pelaku didasari kekecewaan karena laporan dana BOS-nya kerap dikoreksi korban sejak Maret.
Namun, pernyataan pelaku ini justru memunculkan gelombang narasi publik yang menyudutkan korban.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar