Drama Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati SBD: Ada yang Lupa Visi Hingga Tidak Sesuai Integritas
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (Tangkap Layar YouTube KPU SBD/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia juga mengutarakan bahwa harga jagung dapat mencapai Rp5.000/kg nantinya. Namun banyak pihak menganggap harga tersebut wajar saja, karena selama ini harga jagung memang sudah mencapai Rp5.000/kg.
Paket Aman juga menyoroti kebijakan pembayaran gaji honorer setiap bulan sebagai bentuk perhatian pada kesejahteraan guru.
Namun sayang, program yang satu ini dinilai tidak relevan dengan integritas wakilnya, SLD. Sosok yang memimpin Yayasan Tunas Timur (Yatutim) dengan 72 sekolah di Sumba Barat Daya, dinilai tidak menjadi teladan program ini karena rendahnya honor guru yang hanya sebesar Rp300.000 dan sering kali dibayarkan enam bulan sekali.
Padahal, berbagai upaya untuk mendapatkan dana yang besar, seperti penggelembungan jumlah siswa untuk meraup dana BOS yang tinggi telah dilakukan.
SLD diduga terlibat dalam beberapa masalah pengelolaan dana pendidikan tersebut, termasuk ancaman pemecatan secara tidak terhormat terhadap kepala sekolah yang menolak memberikan dana BOS sesuai permintaannya. Situasi ini memunculkan kekhawatiran mengenai integritas kepemimpinannya di kalangan publik.
Debat pertama ini menjadi gambaran awal mengenai kemampuan setiap pasangan calon dalam memimpin Sumba Barat Daya.
Dengan berbagai program unggulan dan visi yang telah dipaparkan, masyarakat Sumba Barat Daya dihadapkan pada pilihan untuk menentukan calon pemimpin yang paling siap dan layak dalam membawa perubahan positif bagi wilayah mereka.***
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar