Resmi Tutup SERAMBI 2024 dan Buka Road to FESyar Bank Indonesia, Pj. Gubernur NTT Sentil Soal Toleransi!

LINTAS SUMBA – Bank Indonesia (BI) giat Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) Tahun 2024 secara serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini digelar selama lebih dari dua pekan, sejak Senin, 18 Maret 2024.

Di Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTT Ayodhia Kalake, pada Rabu, 03 April 2024.

Usai menutup kegiatan tersebut, Ayodhia Kalake kemudian didaulat membuka kegiatan Road to Fes-tival Ekonomi Syariah (FESyar) BI Tingkat Provinsi NTT.

Festival ini merupakan agenda tahunan BI yang bertujuan untuk mendukung akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui kolaborasi dengan stakeholders strategis di tingkat daerah.

Baca Juga:  Giat Patroli Malam Minggu, Satlantas Polres SBD Berhasil Amankan 17 Unit Motor

Selain itu, Pj. Gubernur NTT jg ikut melaksanakan berbuka bersama. Kegiatan ini tepatnya dilaksanakan di Aula El Tari Kupang.

Acara ini pun ditandai dengan pemukulan bedug secara bersama-sama oleh Pj. Gubernur NTT dan Kepala Perwakilan (KPw) BI Provinsi NTT Agus Sistyo Widjajati.

“Selamat menunaikan Ibadah Puasa kepada segenap umat muslim, juga saya mengucapkan Selamat Pesta Paskah kepada segenap umat Kristen di Nusa Tenggara Timur,” ucap Ayodhia mengawali sambutannya.

Dirinya pun mengajak semua pihak untuk selalu dan terus mengedepankan semangat toleransi.

Baca Juga:  Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Capai 900 Meter

“Mari kita terus mengedepankan semangat toleransi dan kebersamaan dan terus mendukung Pembangunan di Nusa Tenggara Timur,” ajaknya.

Pada kesempatan ini, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake juga menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian bersama pemerintah dan BI serta kalangan perbankan.

Pertumbuhan ekonomi, upaya menjaga jalur inflasi, perhatian khusus pada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok terutama beras, serta pentingnya BI dan kalangan perbankan melayani penukaran uang kecil atau uang receh kepada Masyarakat, menjadi topik utama dalam sambutannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *