Hentikan Politik SARA, Stop Bodohi Masyarakat
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambara Ilustrasi. Politik SARA dan Pembodohan Terhadap Masyarakat (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Politik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) telah lama menjadi instrumen yang digunakan oleh beberapa pihak untuk meraih kekuasaan atau keuntungan politik dengan memecah belah masyarakat.
Hal ini tidak hanya merugikan persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi juga merendahkan kualitas demokrasi dan keadilan sosial.
Sudah saatnya kita berhenti menggunakan politik SARA dan menghentikan upaya untuk membodohi masyarakat.
Taktik ini berpotensi menciptakan perpecahan di masyarakat dengan memanfaatkan perbedaan suku, agama, ras, dan golongan sebagai alat untuk meraih kekuasaan. Hal ini bisa memperburuk ketegangan sosial dan menciptakan konflik yang tidak perlu.
Alih-alih membangun bangsa, tindakan tersebut justru menghancurkan fondasi persatuan dan kesatuan yang sudah susah payah dibangun selama ini.
Dalam demokrasi, seharusnya perbedaan pendapat dan latar belakang menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Politik SARA mengabaikan prinsip dasar demokrasi yang mengedepankan dialog dan pemahaman antar golongan. Menggunakan isu-isu SARA untuk mendapatkan dukungan politik adalah cara yang tidak etis dan merugikan masyarakat.
Ketika cara ini dijadikan alat kampanye, sering kali masyarakat diperlakukan seolah-olah tidak mampu berpikir kritis.
Para pelaku politik memanfaatkan ketidakpahaman dan ketidaktahuan masyarakat untuk mencapai tujuan mereka. Ini adalah bentuk manipulasi yang sangat berbahaya.
- Penulis: Johan Sogara

Saat ini belum ada komentar