Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » WALHI NTT Soroti Tambang Rakyat di Wanggameti, Ruang Hidup Masyarakat Sumba Timur Kian Terancam

WALHI NTT Soroti Tambang Rakyat di Wanggameti, Ruang Hidup Masyarakat Sumba Timur Kian Terancam

  • account_circle Hans Wea
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lintas Sumba – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Nusa Tenggara Timur menilai aktivitas tambang rakyat yang berlangsung di kawasan Wanggameti, Kabupaten Sumba Timur, tidak sekadar persoalan penambangan semata.

Di balik aktivitas tersebut, WALHI melihat adanya persoalan yang lebih mendasar, yakni menyempitnya ruang hidup masyarakat akibat tata kelola sumber daya alam yang dinilai gagal melindungi kawasan dengan fungsi ekologis vital.

Kawasan Wanggameti merupakan bagian penting dari bentang alam Sumba Timur yang berperan sebagai penyangga kehidupan. Wilayah ini memiliki keterkaitan langsung dengan sistem hutan, tata kelola air, serta keanekaragaman hayati yang menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Masuknya aktivitas pertambangan, menurut WALHI, telah mengikis lapisan perlindungan ekologis kawasan tersebut.

Dampak yang terjadi tidak hanya terbatas pada lokasi tambang. Tanah yang terbuka, vegetasi yang hilang, perubahan aliran air, hingga menurunnya kualitas lingkungan dinilai berpotensi memicu dampak berantai hingga ke wilayah hilir.

Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap sektor pertanian, ketersediaan air bersih, serta keselamatan hidup masyarakat yang bergantung pada keberlanjutan lingkungan.

Direktur WALHI NTT, Yuvensius Stefanus Longa, menilai persoalan di Wanggameti mencerminkan cara kebijakan dan praktik pengelolaan sumber daya alam yang cenderung menempatkan kawasan penting sebagai ruang yang dapat dikorbankan demi kepentingan ekstraksi.

“Dalam situasi ini, masyarakat sekitar justru menjadi pihak yang pertama merasakan dampak, namun paling sedikit memiliki kendali atas keputusan yang memengaruhi wilayahnya,” tandas Yuvensius pada Senin (26/01/2025).

Ia menambahkan, aktivitas tambang rakyat di Wanggameti menunjukkan bentuk lain dari krisis tata kelola lingkungan. Lemahnya perlindungan kawasan, minimnya pengawasan, serta ketiadaan batas tegas terhadap wilayah yang seharusnya dijaga, dinilai membuka ruang bagi eksploitasi yang terus meluas.

Menurut Yuvensius, kerusakan yang terjadi tidak hanya berupa perubahan fisik bentang alam, tetapi juga melemahkan daya dukung lingkungan yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Sumba Timur.

Dalam konteks Nusa Tenggara Timur yang memiliki tingkat kerentanan ekologis tinggi, tekanan terhadap wilayah seperti Wanggameti membawa risiko berlipat.

Curah hujan yang terbatas serta musim kering yang panjang menjadikan kawasan hulu berperan krusial sebagai penyimpan dan pengatur tata air.

Ketika kawasan ini terganggu, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya ancaman kekeringan, menyusutnya sumber air, hingga bertambahnya beban hidup warga.

Kelompok yang paling terdampak, menurut WALHI, adalah perempuan, petani kecil, serta komunitas yang menggantungkan hidupnya secara langsung pada alam.

Situasi tersebut memperlihatkan ketimpangan yang nyata. Manfaat dari aktivitas ekstraksi dinilai bersifat sempit dan jangka pendek, sementara kerusakan ekologis harus ditanggung masyarakat secara luas dan dalam jangka panjang.

Yuvensius juga menyoroti bahwa kerusakan lingkungan di Wanggameti bukanlah kasus tunggal. Pola serupa, katanya, terjadi di berbagai wilayah lain di NTT, baik melalui tambang berskala besar maupun aktivitas tanpa izin, di mana keselamatan ekologis kerap berada di posisi paling lemah dalam pengambilan keputusan.

WALHI NTT menegaskan bahwa perlindungan wilayah seperti Wanggameti harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Kawasan dengan fungsi penyangga kehidupan tidak boleh diperlakukan sebagai cadangan ruang eksploitasi.

Tanpa perubahan mendasar dalam cara negara mengelola tanah, air, dan hutan, krisis ekologis di NTT akan semakin dalam, dan masyarakat akan terus menanggung dampak dari keputusan yang tidak mereka tentukan.

“Menjaga Wanggameti berarti menjaga keberlanjutan hidup masyarakat Sumba Timur hari ini dan generasi mendatang. Ketika wilayah penyangga kehidupan rusak, yang hilang bukan hanya lanskap alam, tetapi juga fondasi kehidupan sosial di NTT,” pungkasnya.***

  • Penulis: Hans Wea
  • Editor: Hans Wea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Octavianus Dapa Talu (ATL/Lintas Sumba)

    Fraksi PDI Perjuangan Desak Pemerintah SBD Tuntaskan Sengketa Wee Kura – Weri Lolo

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Lintas Sumba
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Perseteruan antara warga Desa Wee Kura dan Weri Lolo di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kini menelan korban jiwa. Satu orang meninggal dunia, satu lainnya luka-luka. Peristiwa berdarah itu terjadi di wilayah perbatasan kedua desa, Kecamatan Wewewa Barat dan Wewewa Selatan, pada Jumat, 13 Oktober 2025. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD SBD, […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla (Johan Sogara/Lintas Sumba) 3:27 Play Button

    PART 2: KESEHATAN | Peningkatan Akses Layanan Kesehatan, RSUD Reda Mbolo Tingkat 3

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Tidak hanya Pendidikan, Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Barat Daya (SBD) juga memberikan perhatikan khusus terhadap peningkatan akses layanan kesehatan. RSUD Reda Mbolo adalah fokus utama. Rumah sakit ini akan diperluas dan bangunannya ditingkatkan hingga 3 lantai. Simak penjelasan lengkap Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla dalam video ini.***

  • Logo Daihatsu

    Belum Pakai CVT, Apa yang Ditakuti Daihatsu Indonesia?

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2018
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    Hingga saat ini, PT Astra Daihatsu Motor belum mengadopsi teknologi continous variable transmission atau CVT pada mobil-mobil yang mereka jual di Indonesia. Padahal, beberapa pabrikan lain sudah mengadopsi teknologi tersebut. Lantas, apa alasan Daihatsu? Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra mengatakan, CVT akan membuat harga jual mobil Daihatsu menjadi kurang terjangkau. Tapi, tidak menutup kemungkinan ke […]

  • Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dan Wasekjen PP PBSI Sukarno Saat bertemu bahas perencanaan lomba Kapolri Cup Badminton (Istimewa/Lintas Sumba)

    Asah Bibit Muda Berkompeten, Polri Gandeng PBSI Gelar Kejuaraan Badminton

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi bersama Persatuan Bulu Tangkis seluruh Indonesia (PBSI) gelar Kapolri Cup Badminton Championship 2024 pada 22-27 Juli 2024 mendatang. Kejuaraan ini dilakukan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-78. Kejuaraan badminton yang diadakan di Gedung Olahraga Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur ini, diikuti oleh anggota Polri dan masyarakat umum. […]

  • Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominikus Alphawan Rangga Kaka, saat memberikan amanat dalam apel gabungan di Kantor Bupati (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Aroma Menyengat di Kominfo dan OPD Lain, Wakil Bupati SBD: Perhatikan Toiletnya!

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 1Komentar

    LINTAS SUMBA – Sejak awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Dominikus Alphawan Rangga Kaka, kebersihan kota menjadi salah satu program prioritas. Pekan lalu, keduanya turun langsung memantau pembersihan di berbagai titik, termasuk di kawasan BTN. Namun, Wakil Bupati menekankan bahwa upaya ini harus terus dilakukan setiap […]

  • Ini Alasan Messi Absen dalam Laga di Hong Kong

    Ini Alasan Messi Absen dalam Laga di Hong Kong

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Lionel Messi menyangkal bahwa ketidakhadirannya dalam pertandingan persahabatan di Hong Kong dua minggu yang lalu dimaksudkan sebagai penghinaan terhadap China. China sendiri merasa tersinggung atas absennya Messi dalam pertandingan tersebut. Namun, Messi mengumumkan bahwa dia tidak akan hadir dalam pertandingan tersebut karena dia sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami cedera. Pada 4 […]

expand_less