Konsolidasi di SBD, Yunus Takandewa Tegaskan Soal Politik Ekologis dan Soroti Kelangkaan Pasir
- account_circle Johan Sogara
- calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, saat diwawancarai Lintassumba.com pasca rapat konsolidasi bersama DPC PDI Perjuangan Sumba Barat, pada Kamis, 12 Februari 2026 (Johan Sogara/Lintas Sumba)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTAS SUMBA – Politik ekologis PDI Perjuangan merupakan gerakan nasional untuk merawat bumi dan pertiwi demi keberlanjutan kehidupan dan pembangunan.
Hal ini ditegaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa, saat diwawancarai Lintassumba.com, pasca rapat konsolidasi bersama DPC PDI Perjuangan Sumba Barat Daya (SBD), pada Kamis, 12 Februari 2026.
Yunus menyebut, arah politik ekologis dijalankan sebagai mandat langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Kami menjalankan perintah Ibu Ketua Umum terkait politik ekologis, yaitu merawat pertiwi dan menghidupkan gerakan merawat bumi,” ujarnya.
Gerakan tersebut ditegaskan telah menjadi tradisi politik partai dan digerakkan secara nasional oleh seluruh kader di berbagai daerah.
Sumba dinilai memiliki posisi strategis karena dikenal sebagai destinasi wisata unggulan nasional bahkan internasional yang terus dibanjiri wisatawan.
Pulau ini bahkan disebut telah memperoleh predikat sebagai salah satu pulau terindah di dunia, sehingga aspek lingkungan tentu akan menjadi perhatian utama.
Menurut Yunus, politik ekologis bukan sekadar jargon, melainkan fondasi pembangunan berkelanjutan yang menjamin sumber kehidupan masyarakat.
Lingkungan yang sehat diyakini akan menopang sektor pariwisata, pertanian, serta keberlangsungan sosial ekonomi masyarakat.
Pesan merawat pertiwi, kata dia, terus diingatkan Megawati kepada seluruh kader agar perjuangan politik tetap berpihak pada kelestarian alam.
Di sisi lain, Megawati baru saja menerima penghargaan akademik internasional dari Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh.
Pada 9 Februari 2026, universitas perempuan terbesar di dunia tersebut menganugerahkan gelar Doctor Honoris Causa kepada Megawati.
- Penulis: Johan Sogara
- Editor: Lintas Sumba

Saat ini belum ada komentar