Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Melki Laka Lena Dinilai Lebih Sibuk Jual Nama Prabowo Ketimbang Tawarkan Solusi Nyata untuk NTT

Melki Laka Lena Dinilai Lebih Sibuk Jual Nama Prabowo Ketimbang Tawarkan Solusi Nyata untuk NTT

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Debat pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024 yang digelar di Millenium Ballroom, Kupang, pada Rabu, 23 Oktober 2024, berhasil menarik perhatian publik. Gagasan yang diusung oleh para kandidat untuk kemajuan NTT antusias disimak.

Namun, pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma, kini menghadapi kritik tajam karena lebih banyak mengangkat isu pemerintah pusat dari pada menawarkan solusi nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Selama sesi debat, Melki Laka Lena terlihat lebih banyak menghabiskan waktunya mengulas dukungan Prabowo Subianto terhadapnya, tanpa menyampaikan program konkret yang relevan bagi masyarakat NTT.

Hal ini pun memicu perdebatan di media sosial. Beberapa pihak menilai pasangan ini belum memberikan solusi yang terarah terhadap masalah-masalah yang dihadapi daerah.

Untuk diketahui, Presiden RI ke-8 sebelumnya menegaskan bahwa Pilkada ini sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat, tanpa ada sedikitpun intervensi darinya. Ini membuktikan bahwa siapapun calon gubernurnya, akan mendapat dukungan yang sama dari Presiden Prabowo Subianto.

“Siapapun yang dipilih ngga ada masalah. Ngga ada urusan. Silahkan. Ngga ada intervensi. Saya jamin ngga ada itu,” ungkap Prabwo saat menghadiri rapat konsolidasi Partai PAN baru-baru ini, sebagaimana dikutip lintassumba.com, pada Selasa, 29 Oktober 2024.

“Semua kita ajak bekerja sama saudara-saudara,” tambahnya lagi dengan tegas.

Senada dengan itu, Calon Gubernur NTT Nomor Urut 01, Yohanis Fransiskus Lema, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @ansy.lema, menekankan bahwa Prabowo Subianto adalah seorang negarawan yang tidak akan terpengaruh oleh perbedaan politik dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden.

Ia memastikan bahwa Prabowo tidak akan meninggalkan masyarakat NTT hanya karena gubernurnya berasal dari partai berbeda.

“Pak Prabowo Subianto adalah negarawan, tidak boleh dikerdilkan untuk kepentingan politik. Saya pastikan Prabowo Subianto tidak akan meninggalkan masyarakat NTT,” tulis Ansy.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Museum Akpol di Kota Semarang, Jawa Tengah (Istimewa/Lintas Sumba)

    Museum Indah Milik Akademi Kepolisian di Semarang, Mari Lirik Sejarahnya

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Akademi Kepolisian (Akpol) di Kota Semarang, Jawa Tengah punya lokasi keren yang bisa dikunjungi masyarakat umum. Tempat itu adalah sebuah museum yang membuat pengunjungnya bisa melihat seluk-beluk beluk dari Akpol. Lokasi Museum Akpol tidak jauh dari pos penjagaan di gerbang masuk. Pengunjung bisa melihat bangunan modern dengan halaman yang sangat luas di […]

  • Kasus Penganiayaan. Kasat Reskrim Polres Sumba Barat, IPTU Gede Santoso, saat ditemui Lintas Sumba (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Terbaru! Kasus Penganiayaan di Sumba Barat, Identitas Pelaku Dikantongi

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Telah terjadi peristiwa penganiayaan di wilayah Tanah Runtuh, Kilometer 4, Kelurahan Diratana, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, pada Kamis, 12 Desember 2024, sekitar pukul 18.00 WITA. Insiden ini menyebabkan seorang lansia berinisial FNL menderita luka berat. Saat dikonfirmasi lintassumba.com, pada Jumat, 13 Desember 2024, Kasat Reskrim Polres Sumba Barat, IPTU Gede Santoso, […]

  • Staf sekretariat Dinas P dan K SBD, Catherina Rambu Kapu Horo, saat menjelaskan soal tunjangan guru kepada Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Bupati SBD Dianggap Zalim, Guru: Justru Itu yang Keliru!

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Tunjangan guru yang tak kunjung cair memicu kemarahan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla. Ia meluapkan kekesalannya saat inspeksi mendadak ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), pada Selasa, 1 Juli 2024 siang. Bupati turun langsung setelah menerima keluhan berulang dari guru-guru yang belum menerima hak mereka. Saat […]

  • Gambar Ilustrasi. Manfaat Air Daun Teh Pekat untuk Mengatasi Diare dengan Cepat (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Manfaat Air Daun Teh Pekat untuk Mengatasi Diare dengan Cepat

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Diare adalah kondisi yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari karena menyebabkan frekuensi buang air besar meningkat dengan konsistensi tinja yang lebih cair. Salah satu cara alami yang sering digunakan untuk mengatasi diare adalah dengan meminum air daun teh pekat. Tapi, apa sebenarnya yang membuat teh pekat efektif dalam meredakan diare? 1. Kandungan Tanin […]

  • Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonu Wulla (Johan Sogara/Lintas Sumba) 2:11 Play Button

    PART 4: PERTANIAN | Pemda Sumba Barat Daya akan Bagi 45 Unit Hand Traktor di HUT RI 2025

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) akan menyalurkan 45 unit hand traktor kepada kelompok tani. Program ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah. Simak pernyataan lengkap Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla.***  

  • Gambar Ilustrasi. Apakah Dana BOS Harus Diberikan ke Yayasan? (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Apakah Dana BOS Harus Diberikan ke Yayasan? Simak Ini!

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) adalah program pemerintah untuk mendukung operasional pendidikan di sekolah negeri dan swasta. Pengelolaan dan penggunaannya diatur secara ketat agar sesuai dengan kebutuhan pendidikan siswa. Namun, muncul pertanyaan: apakah dana BOS harus diserahkan ke yayasan, terutama untuk sekolah swasta? Pengelolaan Dana BOS di Sekolah Swasta Sekolah swasta biasanya […]

expand_less