Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Sokong Melki-Johny, El Asamau Dikecam Netizen, Pendukung Ubah Haluan ke Ansy dan SPK

Sokong Melki-Johny, El Asamau Dikecam Netizen, Pendukung Ubah Haluan ke Ansy dan SPK

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – El Asamau, politikus muda asal Kabupaten Alor, resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Johny Asadoma.

Keputusan ini diumumkan El melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, pada Selasa, 03 September 2024.

Sebelumnya, El diketahui berperan aktif dalam tim pemenangan pasangan calon Wali Kota Kupang Christian Widodo dan Serena Francis, pada Pilkada Kota Kupang.

Dengan latar belakang sebagai calon anggota DPD NTT periode 2024-2029, El menyatakan bahwa keputusannya untuk mendukung Melki-Johny didasarkan pada kesamaan visi dalam memperjuangkan pendidikan yang lebih baik di NTT.

“Atas nama pribadi dan teman-teman relawan, saya menyatakan akan bekerja penuh waktu untuk mendukung Bung Melki Laka Lena dan Bung Johny Asadoma sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTT. Alasan mendasar kami menentukan pilihan adalah kesamaan semangat dalam memperjuangkan pendidikan di NTT yang lebih baik,” tulis El dalam unggahannya itu.

Meski demikian, langkah El untuk bergabung dengan tim Melki-Johny menimbulkan reaksi yang beragam di kalangan netizen.

Sebelum pengumuman tersebut, El sempat membuat polling di Facebook yang melibatkan 10.000 akun.

Namun, dari hasil survei facebook tersebut menunjukkan pasangan Ansy Lema dan Jane Natalia unggul dengan 53% suara.

Tidak hanya itu, pasca El mengumumkan dukungannya, banyak netizen yang justru berbalik mendukung Ansy-Jane, dengan alasan pasangan tersebut sebagai representasi milenial yang berkomitmen membangun NTT.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Subianto, menjelang pelantikan 55 Wakil Menteri yang diawali dengan lagu Kebangsaan Indonesia Raya (Tangkap layar YouTube Sekretariat Kepresidenan/Lintas Sumba)

    Prabowo Subianto Lantik 55 Wakil Menteri, Ini Nama-Nama yang Terpilih

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 55 Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029. Acara tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 21 Oktober 2024. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 73M/2024 yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo pada 20 Oktober 2024. Dalam upacara pelantikan, para wakil menteri […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • 492 Catar Akpol saat mengikuti gladi bersih Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi di Gedung D Kampus Universitas Dian Nuswantoro Kota Semarang (Istimewa/Lintas Sumba)

    Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi, 192 Catar Akpol Ikuti Gladi Bersih

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2024
    • account_circle Ama Tassy Lake
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Sebanyak 492 calon taruna dan taruni Akademi Kepolisian (Akpol) mengikuti gladi bersih tahapan Tes Akademik dan Asesmen Mental Ideologi tingkat pusat. Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri menjelaskan tujuannya untuk memastikan seluruh peserta memahami secara utuh proses tes dengan metode Computer Assisted Test (CAT). “Kita gladi-kan. Cek rangkaian kegiatan mulai pergeseran calon […]

  • PMKRI Waingapu Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Dosen Unkriswina Sumba WAINGAPU

    PMKRI Waingapu Kecam Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Dosen Unkriswina Sumba WAINGAPU

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Kobus Tena
    • 0Komentar

    LINTASSUMBA.COM – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Waingapu St. Antonius de Padua mengecam dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang oknum dosen Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba terhadap mahasiswinya. Pernyataan sikap itu disampaikan PMKRI Waingapu pada Rabu, 28 Mei 2026, menyusul mencuatnya informasi dugaan pelecehan seksual yang menjadi perhatian publik di […]

  • Anggota DPRD Sumba Barat Daya (SBD), Rato Bata, saat menyampaikan Pandangan Akhir Fraksi Golkar dalam Rapat Paripurna XX Masa Sidang II DPRD SBD (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Ingatkan Pemerintah Soal RPJMD, Golkar Singgung Kerusakan Pelabuhan Waikelo dan BLK

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Fraksi Partai Golkar DPRD Sumba Barat Daya (SBD) meminta pemerintah serius menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai kontrak moral antara pemerintah dan masyarakat. Hal itu disampaikan dalam pandangan akhir fraksi saat Rapat Paripurna XX Masa Sidang II DPRD SBD, pada Selasa, 12 Agustus 2025. Golkar saat itu menyampaikan 20 lebih […]

  • Gambar Ilustrasi. Dugaan korupsi dana bos di Yayasan Tunas Timur (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    5 Catatan Penting Dugaan Korupsi Dana Bos 12 SD di Bawah Yayasan Tunas Timur

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Dugaan korupsi yang melibatkan penggelembungan jumlah siswa penerima Dana BOS di 12 SD di bawah Yayasan Tunas Timur di Sumba Barat Daya, membuka banyak pertanyaan dan kritik terhadap pengelolaan pendidikan, pengawasan dana publik, serta etika dalam manajemen yayasan. Pertama, tuduhan penggelembungan jumlah siswa yang mencapai ribuan orang adalah sesuatu yang sangat serius. […]

expand_less