Kelompok Tani Dua Awa, kampung wanno baru desa weekura Resmi Dikukuhkan
- account_circle Kobus Tena
- calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kelompok Tani Dua Awa resmi dikukuhkan di Kampung Wanno Baru, Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. (Foto: Lintassumba.com/Kobus Tena)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LINTASSUMBA.COM – Kelompok Tani Dua Awa di Kampung Wanno Baru, Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, resmi dikukuhkan pada Selasa, 9 Juni 2026.
Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Desa Weekura, koordinator lapangan, para penyuluh pertanian dari sejumlah desa binaan di Kecamatan Wewewa Barat, serta ketua dan anggota Kelompok Tani Dua Awa.
Ketua Kelompok Tani Dua Awa, Andreas Lede Toda, menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang telah memberikan pendampingan kepada petani. Menurut dia, kehadiran para penyuluh menjadi dorongan penting bagi kelompok untuk terus berkembang.
“Terima kasih kepada para penyuluh pertanian yang sudah meluangkan waktu dan datang dari jauh untuk memberikan penyuluhan kepada kelompok kami,” ujar Andreas.
Ia menyatakan keberadaan kelompok tani sangat penting bagi petani, terutama dalam memperluas akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah.
Menurutnya, petani kerap mengalami kendala dalam memperoleh bantuan alat dan sarana pertanian apabila tidak tergabung dalam kelompok yang aktif dan terorganisir.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Danial Umbu Pati menegaskan bahwa pembentukan dan pengukuhan kelompok tani merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama antarpetani serta mempermudah pelaksanaan program pendampingan pertanian di lapangan.
Menurut Danial, kelompok tani menjadi wadah penting bagi petani untuk belajar, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kapasitas dalam mengelola usaha pertanian secara lebih efektif.
“Kelompok tani harus menjadi ruang belajar bersama dan sarana memperkuat kebersamaan petani dalam meningkatkan hasil produksi serta kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Ia mengingatkan berbagai harapan dan keinginan anggota kelompok tani tidak dapat diwujudkan secara instan. Menurutnya, diperlukan proses dan tahapan yang harus dijalani secara bertahap agar kelompok dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Keinginan anggota kelompok tani tidak bisa langsung terwujud hari ini. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui secara bersama-sama,” kata Danial.
Menariknya, tingkat partisipasi anggota Kelompok Tani Dua Awa terlihat sangat tinggi. Seluruh rangkaian kegiatan pengukuhan dapat berlangsung dengan baik berkat keterlibatan aktif anggota sejak tahap persiapan hingga acara berakhir.***
- Penulis: Kobus Tena
- Editor: Kobus Tena








Saat ini belum ada komentar