Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Petani Wajib Tahu! Bahaya Menggunakan Pupuk Non Organik: Sumber Penyakit dan Hama

Petani Wajib Tahu! Bahaya Menggunakan Pupuk Non Organik: Sumber Penyakit dan Hama

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Penggunaan pupuk non organik atau kimia seringkali menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Pupuk ini merupakan pupuk buatan dan pupuk alam yang terbuat dari bahan kimia, seperti Pupuk Urea, Pupuk ZA, Pupuk NPK, Pupuk TSP, dll.

Berikut adalah beberapa bahaya yang terkait dengan penggunaan pupuk non organik, rangkuman lintassumba.com:

1. Pencemaran Tanah dan Air

Pupuk non organik mengandung bahan kimia sintetis seperti nitrogen, fosfor, dan kalium dalam bentuk yang mudah larut.

Ketika pupuk ini digunakan secara berlebihan atau tidak terkendali, bahan kimia tersebut dapat mencemari tanah dan air tanah, mengakibatkan degradasi kualitas lingkungan.

2. Kerusakan Ekosistem

Pencemaran yang disebabkan oleh pupuk berbahan kimia ini dapat merusak ekosistem air, termasuk sungai, danau, dan lautan.

Aliran pupuk yang berlebihan ke perairan dapat menyebabkan pertumbuhan alga berlebihan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan eutrofikasi dan menyebabkan kematian massal hewan air serta menurunkan kualitas air.

3. Penurunan Kualitas Udara

Pembakaran atau proses produksi dari pupuk yang satu ini juga dapat menyebabkan emisi gas rumah kaca dan polutan udara lainnya, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global dan masalah kesehatan manusia seperti gangguan pernapasan.

4. Kesehatan Manusia

Penggunaan pupuk non organik juga dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia.

Residu bahan kimia sintetis dalam tanaman yang ditanam dengan pupuk ini dapat terakumulasi dalam tanaman dan kemudian dikonsumsi oleh manusia, meningkatkan risiko keracunan makanan dan berbagai penyakit kronis seperti kanker dan gangguan hormonal.

5. Resistensi Tanaman Terhadap Pupuk

Penggunaan pupuk non organik secara berlebihan dapat menyebabkan tanaman menjadi tergantung pada pupuk untuk pertumbuhan mereka.

Hal ini dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk menyerap nutrisi alami dari tanah dan membuat mereka lebih rentan terhadap serangan penyakit dan hama.

6. Pengurangan Kesuburan Tanah

Pupuk ini cenderung mengandung sedikit bahan organik, yang berarti mereka tidak menyediakan nutrisi jangka panjang untuk tanah.

Penggunaan terus-menerus pupuk bersenyawa anorganik ini dapat mengurangi kesuburan tanah secara keseluruhan, mengurangi produktivitas pertanian jangka panjang.

7. Ketergantungan Petani

Penggunaan pupuk non unsur hara ini sering kali menciptakan ketergantungan petani pada input kimia, yang dapat meningkatkan biaya produksi dan membuat mereka rentan terhadap fluktuasi harga bahan kimia dan pasar.

Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan pupuk non organik, penting untuk mempertimbangkan penggunaan pupuk organik dan praktik pertanian berkelanjutan lainnya.

Pupuk organik lebih ramah lingkungan, lebih aman bagi kesehatan manusia, dan membantu meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang.

Melalui pendekatan ini, kita dapat menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan ketersediaan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Semoga bermanfaat.***

Ikuti berita terupdate Lintas Sumba dengan KLIK DI SINI.

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hambar infographic yang menampilkan lima kota di Indonesia dengan biaya hidup termahal (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    5 Kota di Indonesia dengan Biaya Hidup yang Menguras Dompet

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Biaya hidup di berbagai kota di Indonesia bervariasi, dengan beberapa di antaranya menunjukkan angka yang relatif tinggi. Tingginya biaya hidup di suatu kota dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti tingginya populasi penduduk. Semakin banyak penduduk, semakin besar permintaan akan barang dan jasa, yang menyebabkan harga kebutuhan meningkat. Berikut adalah 5 kota dengan biaya […]

  • Sengketa Pilkada, Mahkamah Konstitusi, Pilkada 2024

    Terima 206 Permohonan Sengketa Pilkada 2024, Ini Kata MK Soal Jadwal Sidang

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Mahkamah Konstitusi (MK) mencatat 206 permohonan sengketa Pilkada 2024 yang didaftarkan hingga Selasa, 10 Desember 2024 pukul 11.40 WIB. Permohonan tersebut mencakup sengketa pemilihan di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi, sebagaimana tercatat di laman resmi MK. Dari total permohonan, sebanyak 166 kasus terkait sengketa pemilihan bupati, 39 kasus pemilihan wali kota, dan […]

  • Motor Listrik Pakai Baterai Litium? Lihat Keunggulannya

    Motor Listrik Pakai Baterai Litium? Lihat Keunggulannya

    • calendar_month Selasa, 30 Jan 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) ungkap manfaat atau keunggulan motor listrik yang memanfaatkan baterai litium. Di Jakarta, pada Kamis, 25 Januari 2024, Sekretaris Aismoli Abdullah Alwi mengatakan bahwa terkait baterai, ada dua jenis sepeda motor jenis ini yang menggunakan baterai litium dan baterai lead acid. Sistem baterai merupakan bagian yang membedakan […]

  • Gubernur NTT, Melki Laka Lena, saat pertemuan tatap muka bersamaKorwas, Pengawas, dan Guru SMA/SMK/MA serta SLB se-Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya (@melkilakalena.official/Instagram/Lintas Sumba)

    Sambangi Sumba Barat, Melki Laka Lena Tegaskan Hal Penting Soal Pendidikan hingga Sentil bibit-bibit Bagus

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sumba Barat, usai mengunjungi Sumba Tengah, pada Minggu, 6 April 2025. Dalam kesempatan itu, Gubernur melakukan pertemuan tatap muka bersama Koordinator Pengawas (Korwas), Pengawas, dan Guru SMA/SMK/MA serta SLB se-Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya (SBD). Kegiatan […]

  • Sunrise Pantai Kawona (@kawonabeachclub/Instagram/Lintas Sumba)

    Destinasi Wisata Unik dan Murah, Yusuf Bora Sebut Pantai Kawona Punya 3 Konsep Utama

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pantai Kawona merupakan salah satu destinasi wisata yang unik dengan berbagai kelebihan yang membuatnya menonjol dibandingkan pantai-pantai lain di Sumba Barat Daya (SBD). Setiap pantai memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dan Kawona memiliki keunggulan yang spesifik dalam beberapa hal. Pantai Kawona dikenal dengan karakteristiknya yang sangat cocok untuk kegiatan mandi, berenang, snorkeling, dan […]

  • Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Dominggus Dama dan Richardus Holo Kondo (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Menatap Pilkada 2024 SBD: Dominggus Dama dan Richardus Holo Kondo Berduet, 2 Partai Ini Disebut-sebut!

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kontestasi politik di Sumba Barat Daya (SBD) semakin menarik perhatian publik dengan pengumuman keputusan beberapa kandidat untuk maju dalam Pilkada yang akan datang. Setelah sebelumnya Ratu Wulla Talu dan Angga Kaka, serta Frans M. Adilalo dan Jeremia Tanggu memastikan keikutsertaannya, kini giliran Dominggus Dama dan Richardus Holo Kondo yang juga siap untuk […]

expand_less