PMKRI Waingapu Rayakan Dies Natalis ke-8, Teguhkan Semangat Kristiani, Intelektual, dan Humanis dari Tanah Marapu
- account_circle Hans Wea
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

PMKRI Waingapu Rayakan Dies Natalis ke-8, Teguhkan Semangat Kristiani, Intelektual, dan Humanis dari Tanah Marapu. (Lintas Sumba/Hans Wea)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lintas Sumba – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Waingapu St. Antonius de Padua merayakan Dies Natalis ke-8 pada Rabu, (28/01/2026)
Perayaan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan organisasi yang sarat dengan proses kaderisasi, pengabdian, serta perjuangan intelektual bagi Gereja dan Tanah Air.
Delapan tahun perjalanan PMKRI Cabang Waingapu tidak hanya dimaknai sebagai pertambahan usia, tetapi juga sebagai proses panjang pembentukan kader yang berkomitmen pada nilai-nilai Kristiani, intelektual, dan humanis di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Ketua PMKRI Cabang Waingapu, Elizabeth Kadi Malo, S.Pd, bersama seluruh anggota menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas eksistensi organisasi yang tetap konsisten hadir sebagai ruang pembentukan kader yang kritis, solider, dan berintegritas di wilayah Sumba Timur.
Elizabeth menegaskan bahwa keberadaan PMKRI Cabang Waingapu hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras dan dedikasi para perintis awal yang telah bersusah payah menghadirkan PMKRI di Tanah Marapu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar perjuangan organisasi, sekaligus berharap dedikasi tersebut mampu membangkitkan semangat baru bagi kader-kader masa kini dan generasi mendatang.
Momentum Dies Natalis ke-8 ini, lanjut Elizabeth, menjadi panggilan reflektif bagi seluruh kader untuk terus meneguhkan semangat Kristiani, intelektual, dan humanis dalam setiap gerak dan langkah perjuangan organisasi.
PMKRI diharapkan semakin memperkuat komitmen perjuangan demi keadilan sosial dan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat Sumba dan Indonesia secara umum.
Elizabeth juga menekankan pentingnya kedewasaan berpikir dan keberanian bersikap dalam merespons berbagai persoalan sosial yang dihadapi bangsa. Menurutnya, kesetiaan dalam pengabdian kepada Gereja dan negara harus terus menjadi landasan utama bagi setiap kader PMKRI.
Menutup pernyataannya, Elizabeth mengajak seluruh pihak untuk terus mengawal pilar-pilar kebangsaan demi mewujudkan amanat negara sesuai konstitusi yang berlaku, dengan semangat perjuangan “dari Sumba untuk Indonesia.”
- Penulis: Hans Wea
- Editor: Hans Wea

Saat ini belum ada komentar