Pulang Kampung, AKBP Umbu Sairo Turun Tangan Ratakan Lahan Warga di Tanarighu
- account_circle Hans Wea
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pulang Kampung, AKBP Umbu Sairo Turun Tangan Ratakan Lahan Warga di Tanarighu. (Lintas Sumba/Hans Wea)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lintas Sumba – AKBP Umbu Sairo, S.IK., S.H., M.H., menunjukan Semangat pengabdian kepada masyarakat di kampung halamannya yang tidak pernah surut, meski ia bertugas jauh.
Pria yang bertugas sebagai Danyon Brimob Batalyon B Mimika, Papua Tengah itu, memanfaatkan waktu libur singkatnya untuk kembali ke tanah leluhurnya di Desa Karekanduku, Kecamatan Tanarighu, Kabupaten Sumba Barat.
Kepulangannya tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi keluarga. Di tengah suasana kampung, perwira muda Polri ini memilih turun langsung membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan upaya penguatan ekonomi lokal.
Salah satu aksi nyata yang dilakukan adalah membantu meratakan lahan milik warga secara sukarela, khususnya lahan yang berada di sepanjang ruas jalan lintas Tanarighu di sekitar Desa Karekanduku.
Perataan tanah tersebut bertujuan memudahkan warga memanfaatkan lahan agar lebih produktif dan bernilai ekonomi, sekaligus mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat.
AKBP Umbu Sairo menilai, kerja gotong royong dalam penataan lahan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk lebih berani memanfaatkan potensi yang dimiliki.
Ia berharap ke depan, jika tersedia dukungan alat berat seperti ekskavator, masyarakat dapat saling membantu menata lahan demi memperkuat perekonomian keluarga.
Selain penataan lahan, ia juga menyoroti persoalan infrastruktur dasar, terutama minimnya penerangan jalan di ruas Tanarighu, khususnya di Desa Karekanduku dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran mobilitas warga, terutama pada malam hari.
Bagi Umbu Sairo, pengabdian kepada masyarakat harus dimulai dari lingkungan terdekat.
Ia mendorong terciptanya ruang bersama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memanfaatkan energi, kreativitas, serta potensi lokal yang ada di tengah masyarakat.
Semangat “kampung terang, ekonomi maju” ia sebut sebagai modal sosial penting menuju masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Lebih jauh, Umbu Sairo mengajak masyarakat Tanarighu untuk bersiap menyambut peluang ekonomi di masa depan.
Ia menilai wilayah tersebut memiliki prospek besar, seiring rencana pembangunan sarana transportasi laut oleh pemerintah, termasuk dermaga Bina Natu yang diyakini akan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan potensi itu, ia mengimbau warga agar terus berinovasi dan kreatif, khususnya dalam memanfaatkan lahan permukiman di sepanjang jalan umum sebagai sumber pertumbuhan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.
Melalui langkah sederhana yang nyata itu, Umbu Sairo menunjukkan bahwa peran seorang aparat negara tidak hanya berhenti pada tugas kedinasan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun dan menggerakkan kampung halamannya menuju masa depan yang lebih baik.***
- Penulis: Hans Wea
- Editor: Hans Wea

Saat ini belum ada komentar