Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Renungan Minggu Misi Sedunia: Pergilah Kamu Diutus!

Renungan Minggu Misi Sedunia: Pergilah Kamu Diutus!

  • account_circle Johan Sogara
  • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LINTAS SUMBA – Sebuah fakta ironis di dunia saat ini: 97 persen umat manusia pernah mendengar tentang Coca Cola. 72 persen pernah melihat kaleng atau botol Coca Cola. 51 persen pernah merasakan Coca Cola. Bayangkan, perusahaan Coca Cola baru berusia 125 tahun dan sudah menjangkau hampir seluruh penduduk bumi.

Seandainya pewartaan Injil atau evangelisasi memanfaatkan Coca Cola sebagai media perantara, bisa jadi seluruh dunia sudah mengenal Injil.

Hari Minggu Misi sedunia ditetapkan oleh Paus Pius XI pada tahun 1926. Tahun ini jadinya berusia 98 tahun. Sejak itu setiap bulan Oktober menjadi hari refleksi dan doa bagi misi di dunia.

Yesus mengutus murid-murid-Nya seperti dikatakan Injil di hari minggu ini:

“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku”. (Mat 28:19b)

Ini adalah perintah terakhir Yesus, atau wasiat yang ditinggalkan sebelum Dia kembali kepada Bapa-Nya. Wasiat ini bersifat mutlak dan tanpa batas karena menyebut semua bangsa. Tak ada yang dikecualikan.

Dari pesan Yesus ini kita bisa menarik kesimpulan bahwa pada dasarnya hakekat Gereja adalah misioner: yang pergi dan mewartakan Injil serta membaptis. Ini juga berarti kita adalah satu tubuh dengan mereka yang secara eksplisit atau memang ditugaskan untuk mewartakan Injil bagi yang belum mengenalnya.

Paus Benedictus (alm) pernah mengatakan pada tahun 2009 bahwa tujuan misi Gereja adalah untuk menerangi semua orang dengan terang Injil saat mereka berjalan sepanjang sejarah menuju Allah.

Komitmen setiap orang kristiani harus digandakan dalam aktivitas misionaris. Hal ini disebabkan oleh tantangan misi Gereja sebagaimana diungkapkan oleh Paus Fransiskus (2015).

“Misi gereja dihadapkan dengan tantangan akan perjumpaan dengan kebutuhan semua orang untuk kembali kepada akar mereka dan untuk melindungi budaya mereka masing-masing.”

  • Penulis: Johan Sogara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unika Weetebula, Buka Pendaftaran, Mahasiswa Baru, Tahun Akademik, 2026–2027, Gratis Biaya Pendaftaran, 100 Pendaftar Pertama

    Unika Weetebula Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026–2027, Gratis bagi 100 Pendaftar Pertama

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Hans Wea
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Universitas Katolik (Unika) Weetebula resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026–2027. Kampus yang telah terakreditasi “Baik Sekali” berdasarkan SK BAN-PT Nomor 2179/SK/BAN-PT/AK/PT/V/2025 ini menawarkan berbagai program studi unggulan, kemudahan pendaftaran, serta beragam skema beasiswa bagi calon mahasiswa. Dalam proses PMB tahun ini, Unika Weetebula memberikan gratis uang pendaftaran bagi 100 […]

  • Bukti Nyata Dukung Program Presiden, Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Pimpin Panen Raya di Wewewa Timur, dukung swasembada pangan

    Panen Raya di Wewewa Timur: Bukti Nyata Bupati SBD Dukung Program Presiden

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan program swasembada nasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan program tersebut, yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Demikian disampaikan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, saat memimpin panen raya padi bersama Kelompok Tani Damanuka di Desa Kadi Wano, […]

  • Balai Karantina Provinsi NTT dan Kabupaten SBD usai ditemui Lintas Sumba (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Antisipasi Hama Komoditas, Balai Karantina NTT Gelar Edukasi di Sumba Barat Daya

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Balai Karantina Komoditas Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar sosialisasi penting terkait tindakan karantina untuk komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Acara tersebut berlangsung di Ella Hotel, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada Jumat, 15 November 2024. Saat ditemui lintassumba.com usai giat, Kepala Subbagian Umum Balai Karantina Hewan, […]

  • Gambar Ilustrasi. Korban tindak asusila yang sedang bersembunyi di kegelapan karena tekanan (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Kasus Tindak Asusila di Sumba Barat Daya, Korban Ungkap Pelaku Sebenarnya, Bukan RK dan MK

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Kasus tindak asusila yang menghebohkan Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan kejelasan setelah korban yang berinisial D (16) mengidentifikasi pelaku yang sebenarnya. Dalam keterangannya, D menjelaskan bahwa pelaku sebenarnya bukanlah ketua partai yang berinisial RK (54) atau anggota DPRD setempat yang berinisial MK, yang sebelumnya menjadi dugaan publik. […]

  • DPP PDI Perjuangan menyerahkan bantuan motor perpustakaan kepada Desa Weri Lolo, dan diterima oleh Anggota DPRD SBD Dapil III, Octavianus Dapa Talu (Johan Sogara/Lintas Sumba)

    Bulan Bung Karno 2025: PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Pendidikan dan Sosial di Sumba

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – PDI Perjuangan menyalurkan bantuan pendidikan dan sosial di empat kabupaten di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut digelontorkan selama tiga hari, pada Jumat – Minggu, 11 – 13 Juli 2025. Kegiatan yang ditandai dengan aksi konkret menyasar masyarakat akar rumput ini merupakan bagian dari peringatan Bulan Bung Karno 2025. “Untuk mengenang […]

  • Survei Terbaru: Simulasi 3 Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto, Melki dan Johni, SPK dan Adrianus Garu (Indikator Politik Indonesia/Lintas Sumba)

    Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto Unggul dalam Survei Terbaru Pilgub NTT 2024

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Johan Sogara
    • 0Komentar

    LINTAS SUMBA – Survei terbaru yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia mengungkapkan dinamika elektoral pasca penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Survei yang dilakukan dari tanggal 28 September hingga 5 Oktober 2024 ini menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 1.000 orang yang tersebar di berbagai kabupaten/kota […]

expand_less